KPU Rilis Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019, Ini Angkanya

    0
    KPU Rilis Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019, Ini Angkanya
    Tenaga relawan menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang telah disortir, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6). Sebanyak 1.018.000 lembar surat suara termasuk cadangan 2,5 persen disortir dengan cara diperiksa dan dilipat untuk digunakan pemilih menyalurkan hak pilihnya di TPS pada Pilkada Serentak, Rabu 27 Juni 2018. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

    PolitikToday – Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis hasil rekapitulasi data sementara Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Sementara Luar Negeri (DPSLN) untuk Pemilu 2019. Berdasarkan penghitungan DPS Indonesia sebanyak 185.098.281 dan DPSLN 1.281.597 jiwa.

    “Dengan demikian sampaikan rekapitulasi sampai hari ini dalam negeri jumlah kabupaten atau kota 510 jumlah kecamatan 7.131 kelurahan dan desa 82.707 jumlah TPS 799.855. Jumlah DPS 185.098.281,” kata Komisioner KPU Viryan Aziz dalam rapat pleno terbuka penetapan DPS di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2018).

    Rinciannya, jumlah pemilih dalam dan luar negeri berjumlah 93.213.263 laki-laki dan 93.166.615 perempuan. Jika dijumlahkan DPS dalam dan luar negeri 186.379.878.

    Dalam tahapan rekapitulasi masih bersifat sementara. KPU masih menunggu selesainya rekapitulasi dari empat daerah kabupaten atau kota di Papua dan daerah di luar negeri.

    “Empat daerah itu, Mimika, Memberamo Tengah, Lanny Jaya, dan Intan Jaya. Luar Negeri Fantover dan Washington,” ucapnya.

    Periksa Ulang

    Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman, meminta segenap peserta pemilu untuk memeriksa ulang apakah namanya sudah ada, dan apakah yang sudah terdaftar nama yang tercantum sudah benar penulisannya dan lain sebagainya. Hal ini agar tidak ada kesalahan yang bisa dipermasalahkan di kemudian hari, yakni saat pencoblosan.

    “Jadi apakah ada kesalahan dalam penulisan namanya dan seterusnya. Peserta pemilu punya kewajiban menginformasikan hal ini kepada para konstituennya yaitu pemerintah, ini mendukung kita (KPU) untuk menginformasikan yang menyebarluaskan mensosialisasikan daftar pemilih ini,” jelas Arief saat membuka rapat pleno penetapan DPS.

    KPU juga meminta Tim Pengawas Pemilu bisa mencermati dan mengawasi, apakah terjadi kesalahan dalam penetapan DPS untuk kemudian ditetapkan sebagai DPT.

    “Jadi Bapak Ibu sekalian kalau ada catatan penting ada masukan informasi penting mohon segera disampaikan pada masa ini karena tipe sementara itu baru menjadi bagian awal dari proses untuk pada akhirnya nanti akan ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap pada tanggal antara 15 sampai dengan 21 Agustus 2018,” ucap Arief.

    Rapat pleno terbuka ini dimulai pukul 10.00 WIB. Rapat dihadiri perwakilan 20 partai peserta Pemilu 2019. Selain itu, KPU juga turut mengundang seluruh perwakjilan KPU dari tiap masing-masing kota/kabupaten dan provinsi, LSM pemantau Pemilu, Kementerian, DKPP, Bawaslu, dan kementerian terkait.
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here