Kritikan Politikus Lintas Parpol untuk PSI: Dari Numpang Tenar Sampai Tak ‘Tahu Diri’

    0

    PolitikToday – Akibat Sekjen PSI, Raja Juli Antoni (Toni) menyebut kalau pertemuan Prabowo Subianto-Amien Rais dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah ‘gatot’ alias gagal total, PSI banyak mendapat kritik dari politikus lintas parpol. Berikut diantaranya sebagaimana dirangkum oleh redaksi politiktoday.

    Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai PSI harus banyak belajar lagi.

    “Monggo saja PSI mau bicara apa,” kata Mardani, Senin (4/6/2108).

    Mardani menilai PSI sebagai partai yang unik. PSI disebutnya sering tidak mengukur kapasitas sebagai partai baru.

    “Komen keluarnya banyak dan sering tidak mengukur diri. Nampaknya perlu banyak belajar,” ujar Mardani.

    Dia mengatakan PKS tak akan mempedulikan komentar yang diberikan partai lain, termasuk PSI. PKS, kata Mardani, akan tetap fokus pada agenda sendiri.

    “Dalam politik itu kita sibuk mengurus partai sendiri dan tidak banyak komen tentang gerakan partai lain atau kelompok lain,” tutur Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

    Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut PSI tak mampu membaca situasi pertemuan itu secara mendalam.

    “Menurut saya, pertemuan itu hanya lobi Prabowo kepada Rizieq agar mundur dari pencalonan presiden di mana Rizieq direkomendasikan Persaudaraan Alumni 212 di nomor 1 dan Prabowo nomor 2. Hal itu yang tidak dibaca oleh PSI,” katanya, Senin (4/6/2018).

    Inas mengatakan justru pertemuan di antara ketiga tokoh itu membuahkan hasil manis. Terutama bagi Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Inas, Prabowo berhasil membujuk Habib Rizieq mundur dari rekomendasi capres versi PA 212. Namun sayangnya, mundurnya Habib Rizieq dari daftar itu disebut Inas disertai syarat koalisi tertentu. Habib Rizieq mendorong Gerindra bersama PKS, PAN, dan PBB membentuk Koalisi Keummatan.

    “Berhasil. Tapi masuk perangkap, ha-ha-ha…,” tuturnya

    Sementara Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menilai PSI belum berkompeten mengecam parpol lain.

    “PSI buktikan saja bisa dapat suara dan lebih besar daripada Gerindra dan PAN. Baru sah kecam kiri-kanan,” kata Rachland, Senin (4/6/2018).

    Terkait pertemuan tiga tokoh tersebut, Rachland enggan berkomentar. Rachland enggan mengomentari urusan partai politik lain.

    “Saya tidak komen tentang urusan partai lain,” ujarnya.

    PSI juga mendapat kritik dari Partai Gerindra menyindir PSI sebagai pencari sensasi dan menumpang ketenaran.

    “Kalau PSI mengomentari ini ‘gatot’ itu biasa. Kan PSI memang selalu ingin membuat sensasi dan selalu ingin numpang tenar ke Gerindra,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (4/6/2018).

    “Kan sudah begitu selama ini kita lihat cara PSI selama ini,” imbuh dia.

    Andre mengaku pertemuan tersebut membuahkan hasil manis. Buktinya, Habib Rizieq melabuhkan dukungan kepada sang ketum.

    “Tidak benar bahwa silaturahim Pak Prabowo dan Pak Amien dengan Habib Rizieq itu gagal total. Dalam silaturahim tersebut malah membuat dukungan ke Pak Prabowo semakin kuat,” jelasnya.

    Terkait kritikan tersebut, Ketua Tim Komunikasi PSI Andy Budiman, menerimanya dengan lapan dada.

    “Ya, sebagai partai baru, terima kasih masukannya, kami akan belajar,” ujar saat dikonfirmasi, Senin (4/6/2018) malam.

    Meski menerima nasihat-nasihat itu, Andy menegaskan PSI punya cara tersendiri dalam berpolitik. Mereka tetap berpegang pada komentar awalnya soal pertemuan Prabowo-Amien-Rizieq di Mekah itu.

    “Kami memang menjalankan politik dengan cara-cara yang baru, melihat politik dengan cara-cara yang baru, bukan dengan cara-cara yang lama. Kami menganggap pertemuan di Mekah itu adalah praktik lama berpolitik, kekuatan-kekuatan lama yang menggunakan isu sektarianisme di dalam berpolitik. Sesuatu yang ingin ditinggalkan PSI,” sebut Andy.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here