LSI Denny JA: Hasanah dan Asyik Tak Mungkin Menang di Pilgub Jabar

    0
    (Dari kiri) Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, nomor urut dua TB Hasanuddin-Anton Charliyan, nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menghadiri Debat Publik Putaran Kedua Pillgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (14/5). Tema yang diangkat pada debat kedua Pilgub Jabar mengenai lingkungan hidup, sumber daya alam (SDA), energi dan pangan, pertanian, kelautan, kehutanan dan pertambangan. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

    PolitikToday – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) sulit menang di Pilkada. Pasalnya elektabilitas ‘Hasanah’ dan ‘Asyik’ jauh berada di bawah pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM). Hal ini disampaikan Lembaga Lingkaran Survei Indonesia Network Denny JA dalam rilis surveinya di Kota Bandung, Kamis (21/6/2018).

    Berdasarkan survei Juni 2018, elektabilitas pasangan Hasanah hanya sebesar 7,7 persen. Sedangkan elektabilitas Asyik sebesar 8,2 persen. Angka itu masih jauh dengan tingkat elektabilitas Rindu dan 2DM. LSI menyebut pasangan ‘Rindu’ 38,3 persen dan Deddy-Dedi 36,2 persen. Angka ini relative seimbang mengingat margin of error survey ini sebesar 4,8 persen

    “Jika melihat hasil survei, Hasanah dan Asyik hampir enggak mungkin menang,” ujar Direktur Eksekutif LSI Denny JA, Toto Izul Fatah.

    Toto menjelaskan, pasangan Hasanah dan Asyik sebenernya masih bisa meningkatkan elektabilitasnya. Caranya merebut suara pemilih yang belum menentukan pilihan di Pilgub Jabar. Angka pemilih yang belum menentukan sikap cukup tinggi.

    “Mereka harus pintar merebut soft supporter sebanyak 39 persen di sisa waktu yang ada. Tapi, memang sulit menyalip Rindu dan DeddyDedi kalau melihat waktu hanya menyisakan tujuh hari,” sambung Toto.

    Sementara Rindu dan 2DM masih merupakan kandidat paling kuat di Pilgub Jabar.

    “Dua pasangan calon ini memang trennya menurun, tapi mereka masih berkejaran.” Toto mengaku tidak melakukan penelitian kuantitatif mengenai penurunan elektabilitas dua pasangan tersebut. Namun, dia menduga penyebabnya adalah kampanye hitam yang menyerang mereka.

    “Saya menduga penyebabnya karena negatif campaign yang berseliweran di media sosial. Tapi saya tidak bisa berkomentar lebih jauh tentang negatif campaign-nya,” terangnya.

    Diketahui, survei elektabilitas kandidat Cagub-Cawagub Jabar ini dilakukan pada 7-14 Juni 2018 menggunakan metode multi stage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 440 orang.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here