Perludem: Pemerintah Tidak Sensitif

    0
    Perludem: Pemerintah Tidak Sensitif

    PolitikToday Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menilai Pemerintah tidak sensitif dengan kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilu dengan mengangkat Komjen Iriawan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat.

    “Kenapa yang dilantik seorang perwira aktif yang jadi plt gubernur, padahal kan banyak pejabat petinggi madya lain di kalangan ASN yang bisa dilantik?” kaya Fadli, Rabu (20/6).

    Menurut Fadli, kemungkinan kerawanan saat Pilkada Serentak terletak pada saat pengamanan distribusi surat suara hingga rekapitulasi penghitungan suara.

    Fadli juga menuturkan, pelantikan Iriawan dapat menyebabkan berbagai berbagai potensi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dalam perhelatan Pilkada Jabar.

    “Perwujudan konflik kepentingan ada di sini, potensi kecurangan di pengamanan, misalnya pengamanan distribusi surat suara itu pengamanan dari polisi, pengamanan rekapitulasi, proses jalannya pengamanan pemungutan suara oleh polisi,” ujarnya.

    Lebih jauh lagi, Fadli mengatakan dengan latar belakang Iriawan dan calon wakil gubernur pasangan nomor urut 2, Anton Charliyan dapat menjadi konflik kepentingan.

    “Ada konflik kepentingan kan bisa dilakukan, ada seorang mantan perwira polisi yang sedang mencalonkan, dan Pj gubernurnya seorang perwira aktif,” kata Fadli.

    Menurutnya, jabatan Iriawan sebagai Pj Gubernur memiliki kewenangan penuh untuk memanfaatkan birokrasi di tubuh Pemprov Jawa Barat untuk tujuan tertentu.

    “Termasuk Pj gubernur kan punya wewenang terhadap birokrasi-birokrasi yang ada dibawahnya, potensi mobilisasi birokrasi terhadap paslon tertentu itu rentan, itu yang paling besar, konflik kepentingannya itu,” ungkapnya.

    Oleh sebab itu, Fadli mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengantisipasi kerawanan kecurangan dan pelanggaran netralitas aparat di Pilkada di Jawa Barat.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here