Strategi Tukar Baju Korsel dan Penunjukan Iriawan Plt Gubernur Jabar

    0
    Strategi Tukar Baju Korsel dan Penunjukan Iriawan Plt Gubernur Jabar

    Dalam sesi latihan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia menerapkan strategi ganti baju. Semua pemain disuruh menggunakan seragam tanpa nama dan nomor punggung. Hal itu dilakukan oleh pelatih Timnas Korea Selatan, Shin Tae-yong untuk mengecoh lawannya.

    Apa yang dilakukan oleh pelatih Timnas Korea Selatan tersebut merupakan hal positif untuk menjaga strategi bertandingnya. Ia ingin strategi yang dipersiapkan dapat meraih hasil maksimal. Juara adalah impian, namun yang lebih utama adalah berbain secara maksimal.

    Strategi ganti baju juga dilakukan oleh Polri dan Kemendagri. Setelah sebelumnya usulan Plt Gubernur disejumlah daerah yang digantikan Pati Polri mendapat penolakan, kini diam-diam Mendagri mengumumkan Plt Gubernur Jawa Barat dari Polri, Komjen Iriawan.

    Padahal sebelumnya pasca polemik Plt Gubernur yang diusulkan Mendagri, Polri sudah menekankan bahwa Polri tidak akan terlibat dalam politik praktis demi menjaga netralitas institusi. Namun sepertinya Polri dan Mendagri kali ini menerapkan strategi ganti baju ala Korea Selatan.

    Polri mungkin bisa saja berkilah jika Plt Gubernur Jawa Barat yang dilantik Mendagri tersebut berasal dari Lemhanas bukan dari institusi Polri. Jadi Polri dalam hal ini bisa lepas tangan.

    Jawa Barat memang menjadi salah satu magnet perpolitikan Indonesia. Dengan populasi dan tingkat heterogen masyrakat yang ada membuat Jawa Barat menjadi laboratorium perpolitikan Indonseia. Ada ungkapan yang menyatakan, jika ingin menaklukkan Indonesia, harus bisa menaklukkan Jawa Barat terlebih dahulu.

    Strategi ganti baju Mendagri dan Polri ini tentunya menciderai semangat sportifitas. Terkesan kengototan Mendagri dalam menunjuk Plt Gubernur Jawa Barat berbau dukungan kepada salah satu kandidat.

    Syak wasangka dari sejumlah pihak terhadap kengototan Mendagri ini cukup beralasan. Calon yang diusung PDIP yang juga partai tempat berhimpunnya Mendagri saat ini masih jauh elektabilitasnya. Selain itu, calon yang diusung PDIP di Pilgub Jabar juga mempunyai latar belakang Polri. Oleh sebab itu, genap sudah syak wasangka banyak pihak bahwa penunjukkan Plt Gubernur Jawa Barat dari Polri untuk mendongkrak suara calon kandidat dari PDIP.

    Semoga pilihan Mendagri tersebut tidak menimbulkan kegaduhan yang berlebihan. Apalagi sebelumnya pada debat kandidat gubernur yang ke dua sempat tersulut keributan. Pasca itu, keributan-keributan terus menjalar. Terakhir adalah penggerudukan kantor PKS yang di cap teroris.

    Menang dan berjaya adalah keinginan sekelompok orang. Jalan yang ditempuh pun berbagai rupa. Halal haram dihantam saja yang penting berkuasa. Tapi, banyak orang yang hidupnya cukup sederhana dengan menginginkan ketenangan dan kenyamanan. Hidup tentram dan berkecukupan tanpa ada tekanan sana sini. Itulah tugas negara yang seharusnya, menjamin rasa aman dan ketenangan bagi seluruh masyarakat.

    Rafiatul Bahri, Pegiat Pemilu Damai

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here