Survei Pilgub Sumut: Edy-Musa 54,22%, Djarot-Sihar 40,13%

    0
    Survei Pilgub Sumut: Edy-Musa 54,22%, Djarot-Sihar 40,13%
    Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kedua kiri)-Musa Rajeckshah (kiri) dan cagub-wagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kanan)-Sihar Sitorus (kedua kanan) bersalaman seusai penyampaian program pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Medan, Sumatra Utara, Selasa (19/6). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/kye/18

    PolitikToday – Pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul telak dari paslon Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus berdasarkan survey Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI). Paslon Edy-Musa berhasil meraih 54,22% suara, sementara Djarot-Sihar cuma 40,13%. Hal ini disampaikan Manajer Riset LSPI Muhammad Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (21/6/2018).

    Survei dilakukan dengan cara simulasi melalui kertas suara. Responden diminta memilih salah satu dari dua paslon dengan mengajukan pertanyaan seandainya pemilihan dilaksanakan saat survei dilakukan.

    Ridwan mengatakan ada sekitar 5,65% responden yang tidak mencoblos salah satu dari dua paslon. Mereka mengembalikan kertas simulasi suara dan sama sekali tidak memberi tanda apapun di kertas tersebut.

    “Seandainya 5,65% yang tidak menandai kertas simulasi seluruhnya memilih pasangan Djarot-Sihar, pemenang Pilgub tetap Edy-Musa, tegas Riddwa.

    Ridwan menilai undecided voters menjadi kecil karena survei dilakukan dengan simulasi dan wawancara dengan sedikit mungkin pertanyaan.

    Survei LSPI menggunakan metode survei multistage random sampling dengan jumlah responden 800 yang berasal dari 33 kawasan di Sumut. Tingkat kesalahan survei atau margin of error 3,46% dengan tingkat kepercayaan 95%.

    Hasil ini tidak berbeda jauh dengan hasil survey yang dirilis Center for Election and Political Party (CEPP) Fisip Universitas Sumatera Utara (USU).

    “Jika Pilgub Sumut dilaksanakan akhir Mei hingga awal Juni ini, maka Eramas (Edy-Musa, red) unggul 53,1 persen, sedangkan Djoss (Djarot-Sihar, red) 35,7 persen dan yang belum menentukan pilihan 11,2 persen,” kata peneliti CEPP Fisip USU, Akhyar Anshori pada diskusi yang bertajuk ‘Membaca Peta Pilgubsu 2018’ di Pulau Biru Coffee, Medan, Rabu (13/9/2018).

    Eramas tercatat unggul di 18 kabupaten/kota, terdiri dari, Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Padang Sidimpuan, Tanjung Balai, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas.

    Sementara Djoss unggul di 15 Kabupaten/Kota, terdiri dari Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Nias Induk, Gunung Sitoli, Pematang Siantar, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.

    Dari sisi kemantapan pilihan, 48,2 persen responden yang mendukung Eramas, dan 31,8 persen pendukung Djoss menyatakan pilihannya sudah mantap sampai pada hari H Pilgub Sumut 2018 pada 27 Juni 2018 nanti. “Jika data ini tidak mengalami perubahan signifikan, Eramas diprediksi menang melawan Djoss pada Pilgub Sumut 2018,” sebut Akhyar.

    Survei CEPP Fisip USU dilaksanakan pada 27 Mei 2018-6 Juni 2018. Jajak pendapat dilakukan terhadap 800 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumut. “Metode yang digunakan adalah multistage random dengan sampling error lebih kurang 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” ucap Akhyar.

    Pengumpulan data survei dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner.

    “Dalam rangka menjaga uji kualitas dan validitas, maka dilakukan cek ulang terhadap sebesar 20 persen atau sekitar 160 orang responden dari total sampel,” jelas Akhyar.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here