BBM Naik, Jokowi Mesti Pecat Rini Soemarno dan Sri Mulyani

    0
    utang BUMN

    PolitikToday – Naiknya BBM berujung pada tuntutan Presiden Jokowi untuk memecat Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Pasalnya, kedua menteri itu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas harga Pertamax Cs. Hal ini diungkap oleh Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98), Willy Prakarsa, Senin (2/7/2018).

    “Presiden Jokowi harus tegas copot (Menteri Rini dan Sri Mulyani, red). Kenaikan BBM dan lemahnya rupiah atas dolar perlu ketegasan Jokowi, jika perlu segera evaluasi kedua menteri tersebut,” desaknya.

    Jika Jokowi enggan mendepak Rini dan Sri Mulyani, Willy meminta Jokowi harus menambah jumlah personel Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) demi mengawasi kinerja mereka.

    “Tambah personil Wantimpres ahli ekonomi untuk mengawasi kinerja Menkeu dan Menteri BUMN dibalik kenaikan Harga BBM,” tukasnya.

    Terkait mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menyindir pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan pada tahun 2018 tidak ada kenaikan harga BBM

    “Ini membuktikan tidak ada satu kata dengan perbuatannya,” kata Fuad, Senin (2/7/2018).

    Fuad menilai selain beda kata dengan tindakan, ini juga cerminan dari tidak adanya koordinasi antara pemerintah dengan Pertamina.

    “Ya kalau mau naik bilang saja ke rakyat, jangan dibohongin gitu dong rakyat,” sindirnya.
    Fuad menduga, pemerintah terpaksa menaikan harga BBM lantaran sudah terlalu banyak utang.

    “Motifnya adalah pemerintah semakin banyak utang, makanya ketika BBM naik tidak bisa apa-apa,” pungkasnya.

    Sebagaimana diketahui PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non subsidi per Minggu,  1 Juli 2018 pukul 00.00 WIB. Adapun kenaikan yang terjadi seperti pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta, Jawa Barat dan Banten, harga Pertamax naik Rp 600 menjadi Rp 9.500 per liter. Kemudian harga Pertamax Turbo naik Rp 600 menjadi Rp 10.700 per liter.

    Sementara harga Pertamina Dex naik Rp 500 menjadi Rp 10.500 per liter. Harga Dexlite naik Rp 900 menjadi Rp 9.000 per liter. Sedangkan Pertamax racing tetap Rp 42.000, dan Pertalite masih dibanderol Rp 7.800 per liter. Harga solar nonsubsidi, premium dan biosolar juga tak berubah.

    Tak hanya di Jawa Bagian Barat, Pertamina juga menyesuaikan harga untuk harga BBM nonsubsidi di seluruh provinsi di Indonesia

    Padahal, sesuai dengan RAPBN tahun anggaran 2018 lalu, Menkeu Sri Mulyani pernah bilang kalau tidak akan ada kenaikan harga BBM, elpiji 3 kg, dan listrik di tahun 2018.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here