BBM Sudah Naik 5 Kali Sejak Awal Tahun 2018

    0
    BBM Sudah Naik 5 Kali Sejak Awal Tahun 2018

    PolitikToday – Per 1 Juli PT Pertamina kembali menaikkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Kenaikan harga itu berlaku se-Indonesia namun besaran kenaikannya bervariasi, menyesuaikan dengan provinsi masing-masing.

    Alasan kenaikan bahan bakar non subsidi tersebut menurut Humas Pertamina Adiatma Sardjito dikarenakan terus meningkatnya harga minyak dunia.

    “Minyak mentah itu lebih dari 90 persen untuk pembentukan harga. Apalagi sekarang kita sudah jadi negara pengimpor minyak,” katanya, Minggu (1/7).

    Diketahui, sejak awal tahun 2018 telah terjadi lima kali kenaikan harga BBM termasuk penyesuaian pada 1 Juli kemaren.

    Pertama, kenaikan BBM terjadi pada 13 Januari 2018. BBM jenis Pertamax naik dari Rp. 8.400 menjadi Rp. 8.600. Pertamax Turbo naik Rp. 250 dari Rp. 9.350 menjadi 9.600. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami kenaikan paling besar diantara yang lainnya, naik dari Rp. 8.800 menjadi Rp. 9.250.

    Kedua, selang tujuh hari setelahnya atau tepatnya 20 Januari pemerintah kembali menaikkan harga BBM. Kali ini kenaikan terjadi pada Pertalite dan Dexlite. Pertalite naik rata-rata Rp. 100 per liter, sedangkan Dexlite naik Rp. 200 per liter.

    Kenaikan ketiga terjadi pada 24 Februari, atau selang 4 hari setelah kenaikan Pertalite dan Dexlite. Kenaikan BBM terjadi pada jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. BBM jenis Pertamax naik Rp. 300 per liter, dari 8600 menjadi Rp 8.900.

    Sementara itu, untuk Pertamax Turbo naik sebesar Rp. 500, Dexlite naik Rp. 600, dan Pertamina Dex naik Rp. 750.

    Keempat, Pertamina kembali menaikkan harga BBM jenis Pertalite pada 24 Maret. Kenaikan BBM jenis Pertalite tersebut naik Rp. 200 dari harga sebelumnya.

    Kenaikan kelima terjadi pada tanggal 1 Juli kemaren. Kenaikan tersebut meliputi BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

    Meski tak sampai ada unjuk rasa, sebagian masyarakat ada yang mengeluhkan dan mengkritik pemerintah terkait kenaikan ini di media sosial.

    (bs)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here