Buku “10 Tahun Perjalanan Hati” Diluncurkan

    0
    Buku “Perjalanan Hati Ani Yudhoyono” Diluncurkan

    PolitikToday – Mantan Ibu Negara Indonesia Ani Yudhoyono menceritakan pengalamannya selama sepuluh tahun menjadi First Lady mendampingi Presiden RI ke Enam Susilo Bambang Yudhoyono. Bepidato saat peluncuran bukunya yang berjudul “Ani Yudhoyono; 10 Tahun Perjalanan Hati” yang berlangsung di Jakarta Convention Centre, Minggu (8/7) lalu, Ibu dua anak itu menceritakan pengalamannya menjadi pendamping SBY sejak pertama kali mengangkat sumpah sebagai Presiden pada 20 Oktober 2004 silam.

    Menurutnya, selama menjadi ibu negara, Ani Yudhoyono praktis disibukkan dengan urusan kenegaraan sebagai pendamping Presiden. Ia bahkan telah mengundurkan diri dari posisi sebagai Waketum Partai Demokrat sejak SBY ditetapkan sebagai Presiden terpilih oleh KPU.

    “Saya Tidak boleh berpolitik praktis. Saya tidak boleh hanya mementingkan parpol dimana Pak SBY berada,” ujar Ani dalam peluncuran buku “Ani Yudhoyono: 10 Tahun Perjalanan Hati” di Jakarta, Minggu (8/7).

    Ia menegaskan, sebagai kepala negara, Presiden SBY juga memberikan rambu rambu yang tegas kepada dirinya untuk tidak ikut serta berkecimpung dalam bisnis karena akan menyita waktu dan perhatian.

    SBY tambahnya, mendukung setiap langkah Ani untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dianggap positif, inspiratif dan bermanfaat.

    Ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono itu menekankan tugas paling utama sebagai seorang ibu negara adalah berada di samping presiden untuk memberikan semangat serta dukungan moril dan membantu memelihara kondisi presiden setiap hari.

    “Saya total menjalankan tugas sebagai ibu negara saat itu,” katanya.

    Menyambut pidato isterinya, Presiden RI ke Enam Susilo Bambang Yudhoyono membenarkan apa yang disampaikan terkait rambu-rambu yang diberikannya kepada sang isteri.

    SBY menyebutkan ia selalu mendukung langkah istrinya untuk merumuskan sendiri hal yang paling baik dan relevan.

    “Saya katakan yang penting jangan bisnis dan politik praktis. Paguyuban istri para menteri dan wakil menteri, jajaran kabinet dari berbagai kalangan dan parpol banyak, maka tolong dipastikan bebas politik praktis,” ucap SBY.

    (gg/ant)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here