Cetak Rekor Lagi, Rezim Jokowi Naikkan Harga BBM Berkali-kali

    0
    Cetak Rekor Lagi, Rezim Jokowi Naikkan Harga BBM Berkali-kali
    Seorang anak melayani pembeli dengan mengisi bensin di pom bensin mini eceran milik orang tuanya di Desa Ponre, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (2/7).(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

    Berada di tahun politik rupanya tidak lantas membuat hidup rakyat menjadi lebih baik. Empat tahun rezim Joko Widodo berkuasa, sudah berkali-kali harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Ini bahkan menjadi rekor tersendiri bagi Jokowi, lantaran ia menjadi presiden yang paling sering menaikkan harga BBM, meski usia kekuasaannya masih tergolong dini.

    Beginilah jika pemerintah gagal mengelola ekonomi. Karena bagi mereka, kebijakan utang luar negeri dan menaikkan harga dengan memangkas subsidi, menjadi satu-satunya solusi. Seakan tak peduli terhadap beratnya beban yang mesti ditanggung generasi mendatang, serta keberlangsungan masa depan bangsa ini.

    Soal kenaikkan BBM, sebenarnya Jokowi juga pernah mencetak rekor sejarah di awal-awal masa berkuasa. Pada 15 November 2014, untuk pertama kalinya ia menaikkan harga semua jenis BBM. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan mencapai Rp2.000 perliter atau lebih dari 30 persen.

    Ini menjadi aneh karena kala itu harga minyak dunia sedang merosot tajam. Bahkan, pada saat bersamaan, Tiongkok tengah menjalankan kebijakan penurunan harga BBM. Terhitung sudah tujuh kali mereka menurunkan harga BBM pada tahun tersebut. Sementara pemerintah kita justru mengambil langkah berbeda.

    Ini menjadi rekor tersendiri bagi Jokowi dan pemerintahan yang dipimpinnya. Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, ia menaikkan harga BBM, kala harga minyak dunia sedang terjun bebas. Benar-benar sebuah langkah yang melawan arus.

    Kini, “petugas partai” dari parpol yang selalu lantang menentang kenaikan harga BBM selama 10 tahun menjadi oposisi itu, kembali menaikkan harga BBM untuk kesekian kalinya. Ini juga akan menjadi catatan sejarah karena ia sudah mengalahkan capaian semua presiden RI dalam rekor kenaikan harga BBM terbanyak.

    Selama 4 tahun memimpin negeri, Jokowi telah menaikkan harga BBM sebanyak 12 kali. Ini tentu saja merupakan rekor baru. Dan rekor lainnya, kebijakan ini sepi dari demonstrasi. Aktivis yang dulu bak singa podium hilang entah ke mana. Mahasiswa yang selalu kritis memperjuangkan nasib rakyat jelata, kini tak tahu di mana rimbanya.

    Bandingkan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat selama 10 tahun, kenaikan BBM hanya dilakukan sebanyak 4 kali. Itupun harus mendapatkan hinaan, tangisan dari para oposisi yang selalu berisik. Bahkan SBY juga dikirimin kerbau sebagai ungkapan penghinaan terhadap dirinya.

    Begitu pula dengan presiden sebelumnya. Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun, hanya mampu menaikkan BBM sebanyak 3 kali. Lalu disusul Abdurrahmah Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri, masing masing sebanyak 2 kali. Hanya BJ Habibie yang tidak menaikkan harga BBM selama dirinya menjadi presiden.

    Satu hal yang membuat kebijakan Jokowi ini terasa kian menyakitkan adalah kenaikkan BBM itu selalu dilakukan secara diam-diam. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba harga BBM sudah melonjak tajam. Rakyat yang kecewa hanya bisa meratap diam. Tak bisa berbuat apa-apa, selain menerima menerima keputusan Istana meski terasa sangat kejam.

    Oleh: Patrick Wilson

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here