Gerindra: Ada Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Jadi Mafia BBM, Ini Tanggapan PPP dan Hanura

    0
    Gerindra: Ada Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Jadi Mafia BBM, Ini Tanggapan PPP dan Hanura
    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

    PolitikToday – Anggota Fraksi PPP DPR Iskandar Syaichu menantang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut ada ketua umum parpol koalisi pemerintah yang menjadi mafia BBM. Menurutnya, hal ini penting agar tidak menimbulkan prasangka.

    “Agar tidak menimbulkan prasangka dan su’uzhon di antara kita, sebaiknya Arief tunjuk hidup saja. Sebut nama siapa ketua umum yang dimaksudnya,” kata Iskandar, Senin (2/7/2018).

    Sebagai kader dari partai koalisi pemerintah, Iskandar hendak memastikan pemerintahan Jokowi berjalan dengan baik dan melayani masyarakat.

    Iskandar meminta Arief bisa menunjukkan ke publik ketua umum partai koalisi pemerintah yang bermain sebagai mafia BBM itu.

    “Jika benar-benar memiliki informasi, jangan cuma menuding,” tukas Kapoksi PPP di Komisi VI DPR ini.

    Sementara ketua Fraksi Partai Hanura DPR Inas Nasrullah Zubir meminta Arief Poyuono membuktikan ucapannya mengenai ada ketua umum parpol koalisi pemerintah yang menjadi mafia BBM. Bukan cuma menuding tanpa ada bukti apa pun.

    “Arief Poyuono kan jabatannya di partai sudah tinggi tuh. Tentunya setiap statement-nya harus bisa dipertanggungjawabkan dan dibuktikan bukan?” tegas Wakil Ketua Komisi VI DPR ini, Senin (2/7/2018).

    Jika Arief tidak bisa membuktikan, Inas menyebut Arief sedang ngelindur.

    “Kalau tidak, bisa saja dia dianggap sering ngoceh sambil tidur alias ngelindur. Mosok sekelas waketum partai besar suka ngelindur? Enggak pantes toh,” cetusnya.

    Sebelumnya, Arief menyebut bahwa harga BBM di Indonesia lebih mahal dibanding Vietnam, Thailand, dan Myanmar. Kata dia, hal ini terjadi karena ulah mafia impor BBM yang tidak terkendali. Dia menduga, ada perusahaan ketua umum partai politik pendukung pemerintahan Jokowi yang menguasai impor BBM di Pertamina.

    “Jadi, pembubaran Petral cuma untuk mengganti mafia rente impor BBM yang ujung-ujungnya untuk dana Pilpres dan Pileg nanti. Rakyat mulai diperas dengan harga BBM yang mahal, padahal harga BBM di negara-negara yang sama-sama negara pengimpor tidak semahal di Indonesia,” katanya, Minggu (1/7/2018).

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here