Gerindra Pertanyakan Beda Pendapat Petinggi Polri Terkait Pencopotan Wakapolda Maluku

    0
    Gerindra Pertanyakan Beda Pendapat Petinggi Polri Terkait Pencopotan Wakapolda Maluku

    PolitikToday – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Muhammad Syafii, menilai ada kesan Mabes Polri hendak menyembunyikan noda ketidaknetralan dalam Pilkada.

    “Pernyataan Pak Saf (Wakapolri, red) itu telah menenteramkan hati masyarakat Indonesia, bahwa ada ketidaknetralan dalam tubuh polisi pada Pilkada,” ucap politikus yang akrab disapa Romo itu, kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

    Pernyataan ini untuk menyikapi beda pernyataan di antara petinggi Polri di balik pencopotan Wakapolda Maluku, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Hasannudin, mengindikasikan ada sesuatu yang disembunyikan Polri.

    Wakapolri Komjen Pol M. Syafruddin menyatakan pencopotan Wakapolda Maluku terkait ketidaknetralan di Pilkada Maluku 2018. Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengungkapkan pencopotan itu hanya berkaitan dengan rotasi dan mutasi di tubuh kepolisian

    Partai Gerindra juga mendapat laporan dari masyarakat mengenai ketidaknetralan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw di Pilgub Sumut 2018. Kapolda Sumut diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Dia pun meminta Kapolri mencopot Paulus dari jabatannya.
    Sambung Romo, temuan tersebut semakin menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada polisi.

    “Ini semakin membuat ada distrust di masyarakat terhadap polisi,” tegasnya.

    Terkait, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta Polri tetap bekerja profesional dan lebih meningkatkan netralitasnya dalam pengamanan pemilu 2019 mendatang

    “Jajaran kepolisian Republik Indonesia harus mampu bersikap makin dewasa. Berlaku dan bekerja secara profesional, sesuai perintah konstitusi. Yaitu, Polisi yang mengayomi, melindungi dan menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Zulkifli Hasan saat menghadiri perayaan Upacara dan Syukuran dalam rangka Hari Bhayangkara ke-72 Tahun 2018, di Istora Senayan Jakarta, Rabu (11/7/2018).

    Pada pemilu 2019, Ketua MPR berharap Polri bisa bersikap netral dan berperilaku profesional. Memegang teguh merah putih, tidak berpihak pada kelompok tertentu, karena polisi adalah milik semua.

    “Diulang tahunnya yang ke 72, ini mudah-mudahan jajaran kepolisian, senantiasa diberikan kesuksesan. Terutama dalam mengawal dan menjaga proses demokrasi 2019,” imbuhnya.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here