Hingga Hari ke Tujuh, KPU Belum Terima Pendaftaran Caleg

    0
    Hingga Hari ke Tujuh, KPU Belum Terima Pendaftaran Caleg

    PolitikToday – Tujuh hari sejak dibukanya pendaftaran calon anggota legislatif oleh partai politik ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga hari ini, lembaga pelaksana pemilu itu belum menerima berkas pencalonan dari partai politik. Ketua KPU Arief Budiman menghimbau parpol peserta pemilu untuk segera mendaftarkann calegnya agar memiliki waktu untuk melakukan perbaikan.

    “Hari ketujuh jadi sudah separuh dari jadwal. Belum satupun peserta pemilu yang ajukan bakal calon ke KPU,” ucap Ketua KPU Arief, di Jakarta.

    Ia mengingatkan partai politik hanya akan diberi waktu hingga tanggal 17 Juli mendatang guna mendaftarkan nama nama calonnya ke KPU dan melakukan perbaikan jika terdapat kekurangan pada berkas yang diajukan.

    “Kami ingin ingatkan agar bisa mengajukan lebih awal, supaya kalau ada hal-hal yang kurang dan butuh perbaikan, masih ada waktu untuk perbaikan,” jelasnya.

    Sebagaimana jadwal yang telah disusun oleh KPU, pendaftaran bakal caleg untuk Pemilu 2019 mulai dibuka Rabu 4 Juli 2018 dan akan berlangsung hingga 17 Juli 2018.

    Ketua KPU Arief Budiman menguraikan cara-cara pendaftaran caleg tersebut. Dia mengatakan, masing-masing partai politik lah yang akan mendaftarkan bakal calonnya sesuai dengan daerah pilih di masing-masing tingkatan.

    “Kalau bacaleg DPRD kab/kota didaftarkan oleh pengurus partai tingkat kabupaten atau kota di KPU kab/kota,” ujarnya.

    Sementara, untuk bakal caleg di tingkat provinsi, pengurus partai tingkat provinsi ke KPU provinsi lah yang akan mendaftarkannya. “Begitu seterusnya. Kalau provinsi ada DPD juga,” kata Arief.

    Saat didaftarkan, bakal caleg hanya boleh diajukan oleh satu parpol di satu daerah pilih dalam satu tingkatan dewan perwakilan. Mereka pun harus memasukkan data lewat Silon (Sistem Informasi Calon). Ini dilakukan agar tak ada lagi bakal caleg ganda, baik di parpol, daerah pilihan maupun pada tingkatan dewan perwakilan yang berbeda.

    “Dulu sebelum kita punya sistem ini hal semacam ini terjadi (bakal caleg ganda). Ketahuannya baru mau pas ditetapkan DCT (daftar calon tetap). Nah, itu kan merepotkan,” ujar Arief.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here