Jokowi Jangan Sering Blusukan, Rizal Ramli: Tiga Tahun Nambah Skill Salaman Doang

    0
    Jokowi Jangan Sering Blusukan, Rizal Ramli: Tiga Tahun Nambah Skill Salaman Doang
    Rizal Ramli dan Jokowi

    PolitikToday – Rizal Ramli mengingatkan Presiden Jokowi agar jangan sering blusukan. Ekonom senior ini khawatir, jika Jokowi terlalu sering ikut blusukan nanti keterampilannya cuma bertambah perihal bersalaman semata. Pesan ini dititipkan Rizal lewat Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.

    “Saya bilang ke pak Moeldoko, pak (Jokowi) jangan sering ikut blusukan, tahu enggak kenapa? nanti skill, tiga tahun nambah skill salaman doang,” tutur Rizal di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (5/7/2018).

    Rizal mengaku sempat bertemu Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Jumat (11/5/2018). Saat itu dia menyatakan rencananya maju di Pilpres 2019. Kala itu pula Rizal menitipkan pesan tersebut untuk Jokowi.

    Sembari berkelakar, Rizal mengaku akan berbesar hati jika nantinya Moeldoko atau Jokowi yang memenangi Pilpres. Dia menilai Moeldoko merespon positif keinginan mantan menteri koordinator bidang kemaritiman ini untuk maju sebagai Capres.

    “Saya katakan, kalau Mas (Moeldoko, red) yang menang, saya selamat. Kalau kita (Rizal, red) yang menang karena keajaiban Tuhan kasih jalan, ya Mas Moeldoko, Pak Jokowi juga teman saya,” ujarnya.

    Selanjutnya, Rizal menyebut langkah untuk mencalonkan diri sebagai capres telah mendapat tempat di masyarakat. Ia mengklaim saat ini nama Rizal Ramli sudah masuk tiga besar. Dua calon lainnya, kata Rizal, Jokowi dan Prabowo Subianto.

    “Ya, kalau banyak rakyat sih maunya kita (Rizal, red). Kita (Rizal, red) sekarang, sudah top three. Insyaallah pada waktunya nanti akan ada jalan, kun fayakun aja, man jadda wajada,” tuturnya.

    Terkait, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei capres dari kualitas personal para figur. Kriteria personal capres ini dinilai dari integritas, kapabilitas, empati, akseptabilitas dan kontuinitas. Survei ini dibagi dengan tiga responden yakni penilaian elite, opinion leader dan massa pemilih nasional.

    Ceo Riset SMRC Djayadi Hanan menyatakan di kalangan elite nama politikus senior partai Golkar Jusuf Kalla (JK) lebih dipilih ketimbang Jokowi. Menurutnya, JK juga unggul dalam kapabilitas yakni kemampuan seseorang dengan pengetahuan, wawasan, kepintaran, dan pengalaman memimpin.

    “Dari segi kapabilitas nama Jusuf Kalla mendapat nilai tertinggi dengan angka 7,7 di kalangan elite, lebih tinggi dibanding nama Joko Widodo yang hanya 7,6,” kata Djayadi di kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2018).

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here