Kiai Pesantren: Yang Ngusulin Mahfud Cawapres Ingin Jokowi Kalah Pilpres

    0
    Kiai Pesantren: Yang Ngusulin Mahfud Cawapres Ingin Jokowi Kalah Pilpres

    PolitikToday – Pengasuh pondok pesantren Lirboyo Kediri, K.H Abdul Muid Shohib menilai pengusulan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi berpotensi membuat Jokowi kalah di Pilpres 2019.

    Usulan tersebut terbilang blunder sebab akan menghalangi NU untuk mendukung Jokowi.

    “Banyak kiai yang bilang, yang ngusulin Mahfud itu sama dengan menghalangi NU dukung Jokowi. Yang ngusulin Mahfud itu ingin menjerumuskan Jokowi biar tidak terpilih,” tegas pengasuh pondok pesantren Lirboyo Kediri ini, Senin (9/7/2018).

    Muid yang Ketua DPC PKB Kota Kediri ini meminta kepada Jokowi, jika menginginkan cawapres dari kalangan NU maka memilih yang benar-benar kader.

    “Jangan yang cuma dilabeli. Jangan yang ngaku-ngaku NU,” ujar Muid.

    Muid juga menegaskan Mahfud bukan asli kader NU. Dia dianggap kader NU, saat diangkat menjadi salah satu menteri saat Abdurrahman Wahid atau Gusdur menjadi Presiden RI ke-4.

    “Lalu ketika Gus Dur jadi presiden, dia diangkat jadi menteri. Jadi, Mahfud itu di-NU-kan ketika itu. Tapi kita lihat, apa kontribusi Mahfud untuk NU? Tidak ada, nol besar. Cari yang benar-benar NU saja” tegasnya.

    Selain itu menurutnya, sosok Mahfud MD mereka tolak juga karena pada Pilpres 2014 lalu merupakan ketua tim sukses lawan Jokowi yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    “Kiai-kiai NU Jawa Timur sudah sepakat bahwa urusan kepemimpinan nasional akan diserahkan mandatnya pada kader NU asli, yang sudah berkontribusi jelas pada NU. Bukan yang ngaku-ngaku NU,” tukasnya.

    Terkait, Wakil Sekjen DPP PKB, Daniel Johan, enggan mengomentari isu ini. Sebab isu ini baru sekadar desas-desus.

    “Selama masih belum jelas, masih desas desus ya kami tidak bisa komentar,” ujarnya, di Jakarta, Senin (9/7/2018).

    Daniel menyebut PKB masih menunggu penjelasan resmi dari Jokowi terkait pertemuan dengan  Megawati kepada partai pendukung. Setelah diumukan dan dijelaskan, lanjutnya, baru PKB bisa komentar panjang lebar mengenai maksud dan tujuan pertemuan Jokowi dengan Megawati.

    “(Penjelasan Jokowi, red) itu akan menjadi bahan bagi PKB untuk dibahas di internal baik dengan seluruh pengurus DPP, dengan struktur DPW dan utamanya dengan para ulama,” ujarnya.

    Sebelumnya Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bertemu di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu malam (8/7/2018). Konon, dalam pertemuan tersebut disebut-sebut Megawati merestui mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD sebagai pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here