KPU: Menteri yang Nyaleg Sebaiknya Mundur

    0
    KPU: Menteri yang Nyaleg Sebaiknya Mundur
    Petugas KPU menunggu bakal calon Anggota Legislatif yang akan mendaftarkan diri untuk caleg DPR RI di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (4/7). Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran bagi warga negara yang hendak mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) dan pendaftaran tersebut dibuka untuk caleg dari tingkat DPRD kabupaten/kota hingga DPR RI. (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

    PolitikToday – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menyarankan bagi menteri yang ingin menjadi caleg untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Menurut dia, hal itu demi menjaga etika dan kepatutan.

    “Maksudnya begini loh sikap publiknya kalau ada menteri yang nyaleg sebaiknya mundur,” ujar Viryan ketika dihubungi, Jumat (6/7/2018).

    Hal tersebut ia kemukakan terkait dengan adanya isu menteri di kabinet Presiden Jokowi akan mendaftar sebagai calon legislatif dalam pilpres 2019.

    Viryan mengatakan, saran yang dilontarkannya tak bersifat wajib. Hanya saja, secara etik dia merasa lebih baik bagi menteri yang bersangkutan untuk mengundurkan diri ketika maju menjadi caleg.

    Meskipun, kata dia, tidak ada kewajiban bagi menteri untuk mundur dari jabatannya ketika ingin mendaftar sebagai caleg. Dikarenakan tidak ada peraturan yang mengaturnya.

    “Prinsipnya itukan syarat calon, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tidak disebutkan terkait dengan menteri tapi secara etik para pejabat yang menjadi pejabat publik kecuali anggota DPR tidak harus mengundurkan diri,” ucap dia menjelaskan.

    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri), Bahtiar, membenarkan bahwa menteri tak perlu mengundurkan diri jika ingin menjadi caleg. Dia menyatakan, menteri hanya perlu melakukan cuti ketika berkampanye.

    “Secara norma tidak ada peraturannya (harus berhenti). Kalau cuti kampanye pejabat negara harus cuti tapi hari kerja,” ungkap Bahtiar, dalam Kemendagri Media Forum, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).
    (raf)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here