Pekan Depan, KPK Periksa TB Hasanuddin

    0
    Pekan Depan, KPK Periksa TB Hasanuddin
    TB Hasanuddin

    PolitikToday – Politisi PDI-P Tubagus Hasanuddin direncanakan akan segera diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) pada pekan depan. Pemeriksaan Calon Gubernur Jawa Barat itu setelah KPK mengembangkan proses penyidikan kasus setelah menetapkan mantan anggota Komisi I DPR RI Fayakhun Andriadi yang sudah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.

    “Minggu depan, tadi saya sudah dapat informasi dari penyidik, minggu depan kami akan memeriksa satu orang saksi dari anggota DPR RI Komisi 1, TB (Tubagus) Hasanudin,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

    Febri mengatakan, sebelumnya, penyidik telah memeriksa sejumlah anggota Komisi I DPR lainnya untuk menelusuri dugaan aliran uang dari Fayakhun pada akhir Mei silam.

    “Pada beberapa saksi di akhir Mei kami klarifikasi terkait proses penganggaran dan dugaan aliran dana,” kata Febri.

    Sebelumnya, dugaan peran serta Hasanuddin mencuat dalam persidangan perkara korupsi proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla dengan terdakwa Nofel Hasan, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

    Fayakhun yang sebelumnya dihadirkan sebagai saksi menyebut TB Hasanuddin mengenalkan dirinya kepada Ali Fahmi, Ali, yang juga dikenal sebagai politisi PDIP itu, disebut berperan membantu pengurusan anggaran Bakamla di DPR.

    Namun, Hasanuddin sendiri telah membantah pernyataan Fayakhun tersebut. Ia mengatakan perkenalan Fayakhun dengan Ali Fahmi adalah perkenalan biasa pada saat kunjungan pertama Komisi I ke kantor Bakamla.

    Sementara itu, Fayakhun diduga menerima imbalan Rp12 miliar atas jasanya mengurus anggaran Bakamla senilai Rp1,2 triliun. Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta itu juga diduga menerima uang US$300 ribu.

    Pada persidangan, dia membantah telah menerima suap terkait proyek Bakamla. Terkait dengan permintaan uang US$300 ribu, Fayakhun mengaku akun WhatsApp miliknya pernah diretas oleh orang tak dikenal.

    (gg)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here