KPU RI Keluhkan Jam Kerja yang Tidak Manusiawi

0
Catat, 4 Menteri Jokowi yang Dipanggil Bawaslu Karena Dugaan Pelanggaran Kampanye

PolitikToday– Dalam diskusi bertajuk “Filsafat Pemilu dan Pemilu Bermartabat” di Jakarta belum lama ini Kepala Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Nur Syarifah mengaku aturan yang terkandung dalam UU 7/2017 tentang Pemilu sangat tidak manusiawi.

“UU Pemilu menuntut semua penyelenggara Pemilu untuk bekerja selama 24 jam demi melayani peserta,” katanya kepada wartawan.

Dikatakannya, selama ini secara faktual jam kerja penyelenggara itu tidak lagi 8 atau 10 jam, tetapi menjadi 24 jam. “Bahkan kerja tidak ada hari libur,” sesalnya.

Diduganya, aturan semacam itu muncul karena para pembuat UU Pemilu kurang melakukan kajian filsafat. Melainkan hanya berprinsip pada semua penyelenggara Pemilu harus bekerja secara profesional.

Padahal pada kenyataannya, lanjut dia, ada banyak kendala yang mereka temukan di lapangan. Misalkan UU Pemilu mewajibkan mereka menyelesaikan proses perhitungan suara pada hari pemilihan, namun di simulasi waktunya malah bisa lewat beberapa jam.

“Ketika simulasi, dimulai dari pukul 07.00 WIB tepat, itu dengan pemilih 500, (pukul) 7 sampai 13 pemungutan. Itu kan ada lima surat suara, jadi semua pihak sah, sah. Keberatan, tidak. Tidak mencerminkan situasi sesungguhnya nanti. Itu membutuhkan waktu sampai pukul 4 selesai perhitungan. Artinya kan sudah melanggar UU kalau perhitungan harus berakhir pada hari yang sama,” urainya.

Untuk itu, semestinya jika nanti terjadi kendala teknis dalam penyelenggaraan Pemilu, maka sebaiknya sanksi yang diberikan bukan bertujuan agar penyelenggara Pemilu jera.

“Sanksi ini harusnya bukan lagi efek penjera yang mendelegitimasi penyelenggara pemilu. Karena ada aturan yang sifatnya administrasi,” pungkasnya.

(yt)


Baca juga  Yakin Menang, Prabowo Siapkan Nama-nama Menteri di Kabinet Indonesia Bangkit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here