Muhammadiyah Sarankan Rekonsiliasi Pasca-Pilpres

    0

    PolitikToday – Hampir setahun ini banyak energi umat yang terserap untuk agenda dan kegiatan-kegiatan politik. Sudah saatnya umat mengalihkan energinya untuk menggerakkan dan memakmurkan masjid selama bulan suci Ramadan. Hal ini disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Tablig Akbar di Masjid AR Fachrudin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (2/4/2019) malam.

    Haedar menyebut tokoh dan mubalig Muhammadiyah harus bisa mencerahkan lewat ceramah-ceramahnya. Selama Ramadan harus merekatkan kembali persaudaraan di masyarakat. Jangan sampai umat menganggap politik sebagai jalan perjuangan penghabisan.

    “Kalau mau jor-joran seperti itu, jangan sampai seperti di Baratayudha perang Kurukshetra, baik yang Amarta maupun Hastinapura sama-sama hancur. Yang senang siapa? Sengkuni, sengkuni dalam negeri maupun sengkuni mancanegara,” katanya.

    Selain itu, Haedar menyarankan agar peserta pemilu memakai jalur konstitusional jika menemukan dugaan pelanggaran dan kecurangan. Semua peserta pemilu, lanjutnya, juga harus bersabar menunggu pengumuman resmi hasil penghitungan suara dari KPU pada 22 Mei mendatang.

    “Terlalu mahal kalau pemilu yang sudah berjalan berkali-kali kita korbankan, hanya karena kita tidak puas dalam proses tertentu. Ketidakpuasan salurkan lewat jalur konstitusi,” tegasnya.

    Dia juga menyadari pilpres telah membelah masyarakat pada dua pilihan. Pihaknya berharap kondisi ini tidak berlarut ke depannya. Untuk itu, Haedar mengingatkan kepada kedua kubu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo – Sandiaga agar segera melakukan rekonsiliasi.

    “Rekonsiliasi secara sosial, di mana masyarakat guyub kembali dan itu kebudayaan bangsa Indonesia. Rekonsiliasi politik, yang menang jangan jumawa, jangan euforia. Tapi yang kalah jangan marah dan kemudian tidak menerima realitas, satu sama lain harus rekonsiliasi politik,” jelasnya.

    Warga Muhammadiyah, kata Haidar, harus menjadi contoh dalam menyikapi hasil Pemilu, apalagi jelang Ramadan. Semua itu harus dimanfaatkan untuk menciptakan persatuan, suasana damai, gembira dan kembali menjalani kegiatan produktif.

    Baca juga  Mengupayakan Rekonsiliasi Diantara Carut Marut Pemilu

    “Karena bangsa Indonesia ini juga tantangannya besar,” tutup Haedar.

    (rt)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here