Selamat untuk Pak Joko Widodo dan Pak Kiyai Ma’aruf Amin

0
Selamat Datang Presiden Terpilih

Menulis sambil ditemani es teh manis begitu terasa istimewa bagi saya. Terlebih, malam ini merupakan malam setengah purnama yang berarti, malam yang baik untuk berenung. Baik merenungkan nasib saya sendiri, atau merenung akan nasib bangsa dan tanah air paska ditetapkannya pasangan capres dan Cawapres Joko Widodo- Ma’aruf Amin sebagai Presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), kemarin (Kamis, 27/06).

Malam ini pun tak seramai malam kemarin. Terlebih di tivi-tivi, tak ada lagi acara diskusi ala debat koboi yang dilakukan oleh para elit politik dari masing-masing kubu capres dan cawapres. Baik dari capres kubu 01 maupun kubu 02. Namun kini semua telah berakhir setelah Mahkamah Konstitusi menetapkan keputusan final atas ditolaknya permohonan Prabowo-Sandi atas dugaan kecurangan pemilu 2019 lalu.

Bukan tak beralasan saya mengkuatirkan pasangan rivalitas Prabowo Subianto- Sandiaga Uno tersebut untuk memimpin tanah air untuk lima tahun ke depan. Belajar dari periode sebelumnya, tepatnya sejak Joko Widodo beserta sang wakil Jusuf Kalla dilantik pada 2014 lalu itu para menterinya banyak tersandung kasus hukum karena korupsi. Terakhir politisi Golkar sekaligus mantan menteri Sosial Kabinetnya Joko Widodo Jilid I, Idrus Marham.

Tak sampai disitu. Komisi Pemberantasan Korupsi masih mendalami kasus korupsi yang menimpa ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muchammad Romahurmuziy alias Rommy. Disebut-sebut, Menteri agama Lukman Hakim Saifudin ikut terlibat atas kasus suap jual beli kursi rektor UIN di kementerian Agama Republik Indonesia. Dan masih banyak lagi selain dua menteri di atas yang tergabung dalam menteri-menteri di bawah kepemimpinan Jokowi-JK yang tidak mungkin muat dalam artikel pendek ini.

Terlepas dari kasus hukum karena terlibat korupsi, permasalahan lain nya yaitu Jokowi- Ma’aruf Amin harus bisa membangun kepercayaan masyarakat paska dilantik pada 20 Oktober mendatang. Meski menang di KPU dan MK, tak semena-mena masyarakat menerima ketidak bersihan para anak buahnya yang tergabung dalam Kabinet kerja jilid II nantinya. Rakyat membutuhkan pemimpin yang tegas, adil, dan bersih dari kata KKN. Oleh karena itu, Jokowi- Amin harus segera menseleksi menterinya yang baru sesuai dengan keahlian serta harus terbuka dalam berkordinasi selama pemerintahannya.

Yoyo Tuna

Pemerhati Sosial dan Politik

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here