Heboh Kasasi Kedua “Pemilu Curang”, Yusril: Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Salah Langkah

0
Kata Pengamat, PKS dan Gerindra Semakin Terpuruk Paska Pemilu 2019
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). Prabowo kembali mendekalarasikan kemenangannya versi real count internal BPN sebesar 62 persen. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd.

PolitikTodayPrabowo SubiantoSandiaga Uno kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi perkara pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada Pilpres 2019.

Perkara terdaftar dengan nomer 2P/PAP/2019 tanggal 3 Juli 2019 sebagaimana yang tertera di situs Mahkamah Agung. Pihak Prabowo-Sandi diketahui memberi kuasa kepada Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Nicholay Aprilindo Associates.

Tidak Sepengetahuan Prabowo-Sandi

Namun Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, gugatan kasasi kedua tanpa sepengetahuan Gerindra dan Prabowo-Sandi.

“Saya sudah konfirmasi ke Pak Sandiaga, beliau tidak tahu soal itu karena yang dipakai kuasa yang lama,” kata Dasco di Jakarta, Selasa (9/7/2019). 

Dia mengatakan, kasasi kedua itu merupakan perkara yang sebelumnya ditolak MA karena persoalan administrasi. Menurut dia, kasasi kedua itu dilayangkan kuasa yang lama dan tanpa sepengetahuan pihaknya memasukkan kembali gugatan.

“Kuasa hukum dengan kuasa yang lama tanpa sepengetahuan kami memasukkan kembali gugatannya,” ujar dia. 

Dasco yang merupakan mantan Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui soal kasasi kedua tersebut. Dia mengatakan, kuasa hukum yang mengajukan gugatan kasasi kedua tersebut tidak meminta izin dan tidak mengoordinasikan kepada pihaknya.

“Terkait ini, saya akan koordinasikan dulu dengan Pak Prabowo secepatnya,” kata Dasco. 

Sebelumnya Prabowo-Sandi pernah mengajukan kasasi ke MA terkait putusan Bawaslu pada 15 Mei 2019. Saat itu, Bawaslu tidak dapat menerima gugatan Prabowo-Sandi terkait pelanggaran TSM pada Pilpres 2019.

Namun MA tidak menerima kasasi yang diajukan Prabowo-Sandi atau N.O (niet ontvanklijk verklaard).

Tanggapan KPU

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menyatakan pihaknya siap menanggapi gugatan tersebut. KPU sudah mendapat surat pemberitahuan dari MA, bahwa KPU adalah Tergugat.

Baca juga  Pemindahan Ibu Kota Belum Penuhi Syarat

“Ada pemberitahuan, ada sebagai turut Tergugat. Karena Tergugat utamanya mengajukan semacam upaya hukum lain setelah putusan Bawaslu,” ujarnya di Gedung MK RI, Rabu (10/7/2019).

Hasyim menyebut saat ini KPU sudah menyusun dan menyiapkan jawaban atas kasasi tersebut. Jawaban yang disiapkan KPU tidak berbeda jauh dengan jawaban KPU saat sengeketa Pilpres di MK.

“Kalau ada yang sama kurang lebihnya dengan MK apa-apa jawaban dan apa yang jadi pertimbangan dan juga putusan MK kita jadikan bahan untuk ditanggapi. Termasuk pertanyaan soal apakah MA berwenang terkait hal ini,” tandas Hasyim.

Tanggapan TKN

Sementara kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, meyakini MA akan menolak permohonan kasasi kedua dari Prabowo-Sandi. Dia menilai para kuasa hukum Prabowo-Sandi telah salah melangkah dalam menangani perkara ini.

“Ketika MA menyatakan NO (niet ontvanklijk verklaard) karena pemohonnya tidak punya legal standing, maka permohonan ulang atas perkara ini seharusnya diajukan kembali ke Bawaslu sebagai pengadilan tingkat pertama. Jika perkara ditolak Bawaslu, barulah mereka ajukan kasasi ke MA,” kata Yusril melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/7/2019)

Lagi pula, Prabowo dan Sandiaga Uno bukanlah pihak yang memohon perkara ke Bawaslu dan sebelumnya mengajukan kasasi ke MA. Pemohon perkara sebelumnya adalah Ketua BPN Djoko Santoso.

“Sangat aneh kalau tiba-tiba pemohonnya diganti dengan Prabowo dan Sandiaga Uno tetapi langsung mengajukan kasasi, sementara keduanya sebelumnya tidak pernah berperkara,” kata mantan menkumham ini.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here