Jokowi Pengusaha Mebel Paling Yahud, Kursinya Masih Banyak Diminati

0
Jokowi Pengusaha Mebel Paling Yahud, Kursinya Masih Banyak Diminati
Presiden Joko Widodo mencoba kursi saat meninjau pameran International Furniture Expo (IFEX) 2019 di Jakarta, Rabu (13/3/2019). Pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional itu akan berlangsung hingga 14 Maret 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi awal, sebelum terjun ke dunia politik, dikenal sebagai salah seorang pengusaha mebel. Usaha ini dilakoninya kurang lebih sudah 30 tahun dan diberi nama PT Rakabu Sejahtera. Tak tanggung-tanggung, dalam postingan Jokowi pada 2017 lalu, ia mengatakan produk mebel buatannya sudah menapak di Eropa, Amerika, Korea, dan Jepang.

Pencapaian gemilang Jokowi dalam usaha mebel tentunya bukanlah hal yang instant. Jokowi menceritakan bagaimana susahnya ia membangun usaha dari nol. Mulai dari keliling mencari pembeli, mengurus perizinan, mengisi SPT pajak, mengurus karyawan, pegawai, hingga mengurusi alat-alat produksi.

PT Rakabu yang pada awalnya (1988) masih bernama CV Rakabu juga pernah mengalami pasang surut. Pengalaman ditipu sebagai pengusaha pemula, juga pernah dialami oleh bapak tiga orang anak ini. Kendati demikian, pada tahun 1990 dengan pinjaman modal sebesar Rp 30 juta dari ibunya, Jokowi kembali bangkit dan menjadikan kegagalan sebelumnya menjadi pembelajaran.

Namun ketika Jokowi menjadi Presiden, tentu secara teknis bisnisnya tidak lagi dijalankan oleh Jokowi. Meskipun Jokowi sempat terkejut ketika brand value pabrik kayunya tertinggal jauh dari brand value martabak milik anaknya, namun Jokowi tetap bersukur usaha mebelnya masih tetap berjalan sesuai awal.

Permintaan furniture buatan Jokowi ternyata tidak melulu di jual ke pasar luar negeri. Pesanan dari dalam negeri, khususnya pasca Pemilu 2019 ini juga terbilang meningkat tajam. Permintaan itu rata-rata datang dari elite partai politik, dan furniture yang paling diminati adalah kursi.

Kursi yang dibuat Jokowi untuk elite parpol ini ternyata dibuat limited edition untuk lima tahun kedepan. Hal tersebut menyesuaikan dengan ketentuan perundangan yang membolehkan Presiden maksimal melantik sebanyak 34 menteri. Jumlah tersebut telah ditentukan dan diatur dalam UU No 39 Tahun 2008. Tingginya permintaan kursi kepada Jokowi hari ini diyakini kursi yang tersedia akan mengalami kekurangan.

Baca juga  Bawaslu Tidak Merekomendasikan Pemecatan 6 Guru Honorer yang Berpose Dua Jari

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dari awal dengan gamblang menginginkan 10 kursi menteri dalam kabinet Jokowi periode 2019-2024. Tidak hanya sekedar berkoar-koar di media, Cak Imin pun dengan rajin berkeliling, melakukan negoisasi, bertemu dengan Jokowi serta Ma’ruf Amin, dan melakukan manuver-manuver politiknya demi kursi Jokowi yang sangat didambakannya. Sebagai umat beragama, usaha Cak Imin tersebut tentunya juga dibarengi dengan doa kepada tuhan YME.

Partai NasDem sebagai old party dalam koalisi Jokowi tidak mau ketinggalan. NasDem bahkan langsung memesan 11 kursi. Hitungan NasDem berdasarkan jumlah kursi yang didapatkan di DPR RI pada Pileg 2019 lebih banyak daripada PKB. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masuk belakangan mengukur diri. Tetap ingin dapat kursi, tapi ingin lebih tinggi dari PKB dan NasDem, PPP minta 9 kursi saja.

Dengan permintaan PKB, NasDem, dan PPP, kursi Jokowi hanya tersisa 4. Lalu bagaimana kursi untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai rumah besar Jokowi dan Golkar sebagai partai pemenang kedua Pileg 2019 terbanyak di dalam koalisi Jokowi?

Ternyata Golkar sebagai partai yang sudah sarat pengalaman mempunyai strategi yang lebih elegan. Agar mendapatkan kursi yang lebih banyak, Golkar menyaratkan pembagian kursi dengan cara proporsional. Artinya, Golkar akan mendapatkan kursi dua terbanyak setelah PDIP.

Jokowi memang pengusa mebel paling yahud. Produknya memang selalu menjadi incaran banyak pihak. Tak heran, barang-barang mebelnya disukai hingga ke luar negeri. Semoga Jokowi tidak pusing menghadapi permintaan pasar yang begitu tinggi dan bisa tetap fokus memberi pelayanan prima kepada seluruh rakyat Indonesia.

Syamsul Bahri Chaniago

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here