Kena Tegur Presiden, Empat Menteri Disarankan Mundur

0
Presiden Joko Widodo

PolitikToday – Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menyarankan empat menteri yang ditegur Presiden Jokowi di Istana Bogor (Senin, 8/11/2019) untuk mengundurkan diri. Tindakan ini jauh lebih baik ketimbang menunggu dipecat Presiden

Mereka adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan; Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno; Menteri Kehutanan Siti Nurbaya; dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil.

Emrus menilai teguran Jokowi kepada empat menteri itu merupakan kejadian luar biasa.

“Sangat wajar dilakukan presiden, menegur para menteri yang ada di bawah beliau. Bahkan, ini teguran yang luar biasa. Jokowi kan orang Solo, kalau sudah memberi teguran di ruang publik itu berarti ada sesuatu yang urgen menurut presiden,” terang Emrus, Kamis (11/7/2019). 

Meskipun begitu Emrus menilai teguran tersebut tidak bisa ditafsirkan sebagai sinyal Jokowi tidak akan mengangkat keempat menteri itu dalam kabinet mendatang. Menurut Emrus tafsir tersebut terllau jauh.

“Saya pikir terlalu jauh kalau ke sana. Saya berpendapat hak prerogatif presiden untuk mengganti mereka kapan saja. Justru saya lihat teguran ini produktif walaupun masa tugasnya tinggal beberapa bulan lagi,” bebernya.

Emrus juga menyarankan para menteri untuk lebih berhati-hati dan bekerja keras. Pasalnya teguran itu dilakukan langsung oleh presiden dan dibiarkan keluar ke ruang publik. Kalau memang sudah tidak mampu bekerja, lebih baik mundur saja. Teguran Jokowi ini juga mesti menjadi peringatan bagi menteri-menteri yang lain.

“Saya kira para menteri harus introspeksi. Bila perlu, kalau tidak mampu mengundurkan diri saja. Jabatan menteri bukan jabatan eksperimental. Saya kira lebih produktif menterinya mundur, berkaca diri agar tidak membebani presiden,” pungkas Emrus.

Baca juga  Terbongkarnya Siasat Para Pembisik Dalam Silaturahmi SBY dan Jokowi

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here