Anggota DPR Asal Papua Minta Kasus Papua Jadi Perhatian Dan Diusut Tuntas

0
Anggota DPR Asal Papua Minta Kasus Papua Jadi Perhatian Dan Diusut Tuntas
Rapat Paripurna DPR RI

PolitikToday – DPR sedang menggelar rapat paripurna terkait pengambilan keputusan pertanggungjawaban APBN 2018. Dalam sidang paripurna berlangsung diwarnai interupsi dari anggota dewan asal Papua dan Papua Barat.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat asal Papua Barat, Michael Wattimena, meminta kasus persekusi yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang diusut tuntas.

“Untuk itu, melalui forum yang mulia ini, supaya diusut dengan tegas kejadian yang terjadi di Surabaya, di Malang, dan di Yogya. Sebenarnya ini konten politiknya apa? Apalagi dalam suasana kita baru masuk dalam ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-74. Pasti ada sesuatu yang lain di balik ini semua,” unggkap Michael di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Michael berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut pelaku di balik peristiwa pembuangan bendera Indonesiia dan orang-orang yang turut menyebar luaskan.

“Kami minta kepada Bapak Kapolri untuk mengusut siapa yang sebenarnya di balik penurunan bendera atau memasukkan bendera merah putih di dalam selokan itu,” ujar Michael

“Dan juga siapa yang memviralkan masalah ini sampai kejadian bisa kejadian di daerah pemilihan kami di Papua Barat sampai gedung DPRD dan juga berbagai fasilitas umum yang terkoyak seperti dimaksud. Ini harus diusut secara tuntas dan tegas. Karena kita adalah satu bangsa, dan kalau bisa ini yang terakhir,” tambahnya.

Selanjut, interupsi datang dari anggota DPR F-Gerindra dari Papua, Steven Abraham. Ia menyoroti pernyataan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Soal ini, Sofyan sendiri sudah membantah mengeluarkan pernyataan yang berisi pengusiran mahasiswa Papua. 

“Pernyataan sikap dari Walikota Malang, Wakil Walikota Malang untuk mengusir yang menimbulkan rusuh, ini salah satu pernyataan yang sangat merugikan NKRI kita. Bagaimana seseorang yang buat onar harus diusir pulang? Mau pulang kemana kita? Ini tanah kita. Semua hak sama,” ungkap Steven.

Baca juga  Ini Alasan Setnov Dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang Dihuni Napi Teroris

Steven dengan tegas meminta Mendagri Tjahjo Kumolo memberikan teguran bagi kepala daerah. Menurutnya, masyarakat Papua tidak pernah mengusir pendatang.

“Teguran juga dari Mendagri harus ada kepada pejabat yang berkelakuan kurang bagus. Bagi saya, lahir, besar di Papua merupakan kebanggaan bagi kita. Papua dari dulu tidak pernah ada pengusiran orang pendatang,” tegasnya.

Anggota DPR F-Demokrat asal Papua Willem Wandik meminta pemerintah pusat serius menyikapi persoalan yang terjadi pada mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Ia mengharapkan sikap tegas dari pemerintah pusat dalam menangani kasus ini.

“Pada forum terhormat ini kami menyampaikan kepada elite nasional pemerintah pusat untuk harus serius menyikapi persoalan ini, karena persoalan Papua ini tidak dalam kondisi baik-baik saja,” kata Willem.

“Oleh karena itu, kami mengharapkan supaya pihak-pihak yang ikut terlibat di dalam memprovokasi dan turut ambil peran dalam tindakan yang menimbulkan rasa terusik dan rasa tersinggung dan menyakiti rakyat Papua, tentunya pemerintah pusat harus bersikap tegas dan mengusut tuntas, baik di Surabaya maupun juga Kota Malang,” tukasnya.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here