Gerindra Ditolak Gabung Dalam Pemerintahan, Jokowi Buka Pintu Luas Bagi Calon Menteri

0
Gerindra Tarakan Bersyukur Target Lima Kursi Tercapai

PolitikToday- Penyusunan Kabibet Indonesia Kerja II masih belum menemukan konfigurasi yang mampu mengakomodir semua kepentingan dari partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf. Termasuk, beberapa usulan dari ormas dan lembaga keagamaan yang ikut memasukkan nama-nama untuk dapat menjadi menteri dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Setelah pertemuan Jokowi dengan Prabowo, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan Prabowo dengan Megawati memberikan sinyal bahwa Gerindra akan masuk dalam pemerintahan dengan tiga kursi Menteri.

Ketua Dewan Pembina Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi ikut memberikan pandangan bahwa Partai Gerindra tetap berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi seperti PKS. 

“Saya hanya menyampaikan, negeri ini harus ada kekuatan politik yang menjadi mitra. Mitra itu ada di dalam ada di luar. Yang di luar itu harus ada,” kata Dedi ditemui di Gedung DPP Golkar, Jakarta, Rabu (31/7/2019) malam. 

Saat ditanya terkait kemungkinan akan ada menteri dari Partai Gerindra di kabinet Jokowi, Dedi mengaku tak ingin ikut campur. Persoalan pemilihan kabinet kementerian sepenuhnya adalah hak dan kewenangan Jokowi.

“Urusan pemilihan menteri itu urusan Pak Jokowi ya kan. Pak Jokowi yang menentukan, kan kita tidak boleh mencampuri hak perogratif presiden dan kita juga tidak boleh membebani presiden,” ujar Dedi. 

Dedi menyarankan agar tak semua pihak berada di dalam pemerintahan, tapi harus ada yang bermitra di luar, termasuk Gerindra.

“Ya saya kan sudah sampaikan (Gerindra lebih baik di luar). Komentar untuk institusi kepartaian saya katakan mitra itu ada di dalam, ada di lua,r jangan di dalam semua, harus ada di luarnya,” kata Dedi. 
 

Menteri dari Non Parpol

Adapun pakar hukum tata negara Refly Harun menilai pembentukan kabinet yang berisi menteri nonparpol tidak terbilang mustahil. Justru sistem presidensial yang diterapkan Indonesia cocok dengan itu.

“Sistem presidensial itu memberikan keleluasaan bagi presiden untuk menunjuk menteri yang membantu dirinya dalam merealisasikan program-program,” tutur Refly, Jakarta, Rabu (31/07/2019).

Baca juga  Misteri Ucapan Ketua KPK Terkait Tekanan Istana

Refly menjelaskan bahwa presiden Indonesia dipilih oleh masyarakat secara langsung, bukan berdasarkan dukungan parpol di parlemen.

Menurut Refly parpol tidak bisa menuntut sesuatu kepada presiden dengan memaksa. Meski parpol yang pendukung telah berjasa memenangkan presiden dalam pilpres, jasanya itu tidak bisa diidentifikasi secara mutlak.

“Kita tidak bisa menghitung secara eksak berapa banyak suatu partai menyumbangkan suara untuk kemenangan presiden di pilpres,” ujar Refly.

Menjaring Nama Menteri

Presiden Joko Widodo mengatakan nama-nama calon menteri yang akan menduduki Kabinet Kerja jilid II sudah mulai masuk.

Dia mengaku masih mengumpulkan nama-nama calon tersebut sehingga mempermudah langkahnya untuk menentukan pilihan nanti.

“Pembentukan kabinet belum, tetapi sudah mulai masuk nama-nama calon itu, dan terus semakin banyak mengumpulkan pilihan-pilihan memilihnya akan menjadi semakin mudah,” kata Jokowi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2019).

Parpol Berlomba Usul Nama Menteri

Sejumlah partai politik di barisan pengusung Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 lalu mengaku telah menyetorkan nama-nama untuk dijadikan menteri. Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan pihaknya telah menyerahkan sembilan nama.

“Kalau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut 10 (nama), Partai NasDem 11 (nama), PPP sembilan (nama). Sembilan nama itu kita sudah serahkan ke Pak Jokowi,” ujar Arsul di Sentul International Convention Center (SICC) Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7/2019).

Tak tanggung-tanggung, bahkan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengaku telah mengajukan 40 nama kadernya kepada Jokowi untuk menjadi menteri. OSO menyerahkan nama-nama itu saat bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (24/7/2019).

“[Pak Jokowi] tanya sama saya, ‘Pak Oesman, kira-kira usul Pak Oesman berapa itu anggota yang bakal diusulkan (menjadi menteri)?’. Saya bilang, ‘Enggak banyak Pak, 40’,” kata OSO di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Baca juga  Kader Gerindra Dorong Prabowo Maju Capres, Prabowo Nyerah

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here