Jurus ‘Mabuk’ KPAI Tentang Eksplotasi Anak

0

Proses pembinaan dan pembentukan atlet berprestasi mesti dimulai dari pencarian bakat dari bawah. Kemudian didukung oleh pembinaan yang terukur dan kompetisi. Proses ini memakan waktu yang panjang dan kesinambungan tanpa jeda.

Disatu sisi pembinaan atlet dan beberapa cabang olahraga menjadi focus beberapa perusahaan. Hal ini mengisi kekosongan pembinaan oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri tembakau. Dengan program CSR yang disisihkan dari keuntungan perusahaan memiliki kemampuan dan kemauan untuk memberikan fasilitas dan pembinaan secara menyeluruh.

Masyarakat amat menyayangkan jurus mabuk KPAI mempersoalkan ekplotasi anak dalam pembinaan atlet. Melihat dari sudut pandang yang disempitkan bahwa ada ekploitasi pada pembinaan atlet oleh perusahaan. Sedangkan pada sisi lain banyak ekplotasi anak yang semestinya menjadi domain, terutama paparan pornografi, sek bebas yang mewabah dibawah umur dan pekerjaan anak.

Polemik ini memicu terbelahnya penilaian publik terhadap kinerja KPAI yang menyoalkan dedikasi perusahaan bisnis tembakau dalam pembinaan atlet bulu tangkis berprestasi. Sedangkan pada banyak kasus pelecehan dan eksploitasi anak yang lebih buruk KPAI hadir seperti polisi india.

Dan KPAI sebagai bagian dari lembaga negara dan dibiyai oleh APBN seakan tidak memiliki roadmap dan kemampuan untuk memberikan edukasi, proteksi terhadap eksplotasi anak. Bacaan masyarakat, KPAI hanya hadir pada sisi akhir sebuah tragedi yang menyulut amarah publik.

Masyarakat terbagi menjadi dua bagian. Pertama masyarakat mendukung langkah KPAI menyoroti adanya eksplotasi anak dalam dunia olahraga terkhusus menggunakan sponsor dari industri tembakau. Hal ini berkat kampanye bahaya yang mengintai para perokok dan telah masuknya rokok dalam dunia anak-anak yang tidak terbendung oleh regulasi dan penindakan.

Kedua, masyarakat yang mendukung apa yang telah dilakukan oleh industri yang turut serta melakukan yang tidak dapat dilakukan oleh Kementerian olah raga dan pemuda. Hasil pembinaan dan juga totalitas industri ini telah mampu melahirkan banyak generasi pebulu tangkis yang mengharumkan nama Indonesia.

Baca juga  Prabowo Nyapres, Ah, Sudahlah!

Ujung dari polemik yang diciptakan oleh KPAI, mengakibatkan langkah mundur pembinaan atlet bulu tangkis untuk beberapa saat. Dan hal ini adalah kerugian bagi pembinaan atlet bulu tangkis Indonesia di masa depan.

Semestinya, ada yang lebih substansi dan efektif bagi KPAI sebagai lembaga yang focus pada pencegahan dan edukasi terhadap ekplotasi anak diluar pembinaan atlet olahraga. Eksploitasi yang saat ini masuk melewati gawai dan mudahnya anak-anak terpapar pornografi, korban LGBT dan lahirnya generasi zombie digital.

Oleh: Anwar Sanusi Chaniago

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here