Perusahaan Asing Bakar Hutan, PM Malaysia Susun UU Jerat Pembakar Hutan Luar Negeri

0


PolitikToday – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan 5 perusahaan asing asal Singapura dan Malaysia disegel karena menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 4 perusahaan berlokasi di Kalimantan Barat dan 1 perusahaan berada di Riau.

Menanggapi penyataan Siti Nurbaya, Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengisyaratkan pembuatan undang-undang untuk menghukum perusahaan-perusahaan Malaysia yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan di luar negeri.

Sebagai pemimpin negara, Mahathir berjanji akan mendesak perusahaan-perusahaan tersebut untuk memadamkan api di lahan Indonesia.

“Namun tentunya, jika kami mengetahui mereka tak mau mengambil tindakan, kami mungkin harus meloloskan hukum yang membuat mereka bertanggung jawab atas kebakaran di properti mereka itu, bahkan jika mereka di luar Malaysia,” tegas Mahathir seperti dilansir dari kantor berita Bernama dan Reuters.

Lebih lanjut, PM Malaysia tersebut mengakui belum mengirimkan surat kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas kekhawatiran soal kabut asap. Pekan lalu, Menteri Lingkungan Malaysia Yeo Bee Yin mengungkapkan kepada wartawan setempat bahwa PM Mahathir akan mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk menyampaikan kekhawatiran soal kabut asap lintas-perbatasan.

Dampak dari karhutla berupa kabut asap tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat di Riau dan Kalimantan, tapi juga berdampak pada kualitas udara di negara bagian Serawak, Malaysia. Akibat situasi ini, pemerintah Malaysia terpaksa menutup nyaris 300 sekolah di berbagai pelosok di Malaysia, termasuk negara bagian Port Dickson dan Negeri Sembilan.

Sementara itu, dua perusahaan Malaysia yang disebut-sebut bertanggung jawab atas karhutla di Indonesia mengaku sudah memadamkan api akibat operasi mereka.

(bs)

Baca juga  JK: Parpol Rebutan Kursi Kekuasaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here