Perekonomian Stagnan, Sri Mulyani Cs Jangan “Dipakai” Lagi

0
sri mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi e-commerce yang mempermudah orang membayar pajak. (Zaki/Humas Kemenko Perekonomian)

PolitikToday – Kinerja menteri-menteri bidang ekonomi di periode pertama pemerintah Presiden Jokowi tidak memiliki prestasi. Hal ini disampaikan pengamat dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Ubedillah, buruknya kinerja menteri-menteri bidang ekonomi tampak dari pertumbuhan ekonomi yang masih berada di angka 5 persen. Bahkan pertumbuhan ekonomi cenderung menurun.

Kementerian bidang ekonomi beralasan ekonomi Indonesia stagnan karena faktor persaingan global dan terjadi perang dagang di luar negeri. Padahal, kata Ubedillah, Vietnam mampu memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan perekonomian.

“Artinya, ini soal kapasitas, soal pengakuan bagaimana Kementerian Keuangan itu mampu memanfaatkan peluang perang dagang,” ucapnya.

Ubedillah juga menyebut bahwa masalah utama Indonesia adalah sektor ekonomi. Dia meminta Jokowi mempertimbangkan beberapa hal yang mengakibatkan stagnannya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Ekonom di kita ini banyak sekali, mungkin jauh lebih punya kapasitas dibanding Sri Mulyani (Menteri Keuangan, red). Problem kita sesungguhnya adalah ekonomi,” jelas dia.

Karena itu, kata Ubedillah, sudah seharusnya Presiden Jokowi mempertimbangkan kapasitas menteri bidang ekonomi pada periode kedua. Mereka hendaknya sosok-sosok yang tidak memiliki beban politik seperti kebanyakan menteri saat ini. Harapannya, Jokowi bisa menampilkan wajah baru untuk kementerian bidang ekonomi.

“Kalau kementerian ekonomi orang-orangnya masih sama, bagi saya tidak ada greget baru,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan analis politik dari Universitas Islam Indonesia (UII), Geradi Yudhistira. Dia menilai ada beberapa catatan penting terhadap kinerja tim ekonominya Presiden Jokowi dalam kepemimpinan lima tahun ini.

Pertama, berkaitan dengan utang luar negeri yang sudah dalam kondisi tidak aman, yakni sudah hampir 30 persen utang luar negeri pada PDB tahun 2018.

Baca juga  Pengunduran Diri 3 Perwira Tinggi Polri Masih Dalam Proses

“Hati-hati dengan utang luar negeri, ini harus hati-hati sekali,” ujarnya, Jumat (11/10/2019).

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga dinilai telah gagal dalam kurun waktu lima tahun pemerintahan Jokowi.

“Naik sedikit konon katanya ekspor kita rendah gara-gara krisis di luar. Tapi kalau kita bandingkan dengan Vietnam, itu Vietnam bisa mengambil keuntungan dari situ. Jadi gak ada alasan sebetulnya,” jelasnya.

Akhirnya, Geradi berharap adanya evaluasi menyeluruh pada tim ekonomi Jokowi supaya perekonomian di Indonesia membaik.

 “Mau diganti ya monggo silakan,” tegasnya.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here