Telisik Misteri Tewasnya Aktivis Walhi, Sekjen Demokrat Bentuk Tim

0

PolitikToday – Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan terus mengawal penuntasan misteri kematian aktivis HAM dan Walhi Golfrid Siregar. Hinca sudah menurunkan tim kecil untuk memastikan penuntasan kasus ini sesegera mungkin.

“sejak 2 hari lalu, selain menurunkan tim kecil yg sy bentuk dan terus bekerja, juga sdh berkordinasi dengan Kapolda Sumut, dan polisi terus bekerja memeriksa saksi termasuk permintaan autopsi jg sdh dilakukan; kita tunggu pengumuman polisi dari hasil autopsi itu. #RipFridSiregar,” tulis Hinca via akun Twitter @hincapandjaitan, Rabu (9/10/2019).

Melalui akun Twitternya, Hinca juga mengucapkan terima kasih kepada Harian Tempo yang menyoroti kasus ini.   

“teman teman @korantempo juga hari terus menyuarakan keganjilan kematian sahabat kita Golfrid Siregar. Terimakasih kawan EfriRitonga. [email protected] Kita minta penegak hukum menuntaskan kerja profesionalnya. Kita menunggu hasilnya. #RipFridSiregar,” tulis Hinca.

Sebelumnya, Hinca juga menyatakan dukacita mendalamnya atas kepergian Golfrid. Dia berharap semangat perjuangan Golfrid dapat dilanjutkan dan keadilan dapat ditegakkan.

“Selamat jalan frid, sering kita berjuang bersama di meja sidang, kau sering ucap kisah juang ttg lingkungan, yg banyak orang sering lupakan. Semoga semangatmu dilanjutkan oleh seluruh rekan, jika memang kepergianmu adlh buah dr kebencian org, kiranya keadilan dpt ditegakkan.” tulis Hinca via akun Twitter @hincapandjaitan, Senin (7/10/2019).

Golfrid awalnya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di flyover Simpang Pos Jalan Jamin Ginting, Medan, Kamis (3/10) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Dia ditemukan oleh penarik becak yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Oleh penarik becak tersebut, korban dibawa ke RS Mitra Sejati lalu diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik.

Baca juga  Pernyataan Sikap Golkar Soal Putusan MK

Keterangan dari pihak kepolisian menyatakan Golfrid menjadi korban kecelakaan tabrakan lalu lintas. Namun Walhi Sumut menilai banyak kejanggalan dari peristiwa yang menimpa almarhum Golfrid. Sebab, kepala korban mengalami luka serius, seperti dipukul keras dengan senjata tumpul.

“Selain bagian kepala, bagian tubuhnya tidak mengalami luka yang berarti. Sementara itu barang-barang korban, seperti tas, laptop, dompet, dan cincin juga raib,” kata Direktur Walhi Sumut Dana Prima Tarigan, Senin (7/10/2019).

Dana menilai Golfrid tidak hanya menjadi korban kecelakaan lalu lintas biasa, tapi juga ada indikasi menjadi korban kekerasan oleh oknum dengan motif tertentu.

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here