Wiranto Ditikam, Isu Nasional jadi Teralihkan?

0

Nama Wiranto terus jadi buah bibir para pengguna internet. Tak hanya di dunia maya, dunia nyata pun warga ramai-ramai memberikan komentar terkait peristiwa penikaman Menteri Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia tersebut kemarin di Pandeglang, Banten.

Wiranto jadi korban sasaran percobaan pembunuhan oleh dua orang warga Pandeglang saat Wiranto melakukan kunjungan peresmian gedung perkuliahan.

Beberapa pengguna internet atau netizen bahkan menyebut peristiwa itu merupakan setingan alias bohong belaka. Sebagian lainnya menyatakan peristiwa tersebut murni kejahatan teroris seperti yang disampaikan Polri paska Wiranto dilarikan ke Rumah Sakit guna penangangan luka di bagian perut sebelah kiri karena ditikam gunting oleh pelaku.

Kejadian ini terjadi sepuluh hari jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru, Joko Widodo- Ma’ruf Amin pada 20 Oktober mendatang. Jika ditelisik tentu tidak ada hubungan antara penikaman Wiranto dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pemilu 2019 ini bukan? Namun nyatanya banyak spekulasi bermunculan rentetan konflik yang tengah terjadi di Tanah air suatu kode bahwasanya ada kelompok menginginkan gagalnya pelantikan capres petahana tersebut.

Selain itu, ada pula yang menganggap peristiwa kemarin itu pengalihan isu atas sekelumit permasalahan di tanah air. Mulai dari kasus kekerasan di Wamena, Papua Barat hingga beberapa isu pengesahan perundang-undangan yang dianggap kontradiktif dengan kondisi bangsa hari ini. Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi contohnya.

Selain itu, beberapa rancangan Undang-undang kebutan DPRI periode 2014-2019 yang berakhir pada akhir September lalu itu ikut memperpanas kondisi psikologis rakyat meski belum disahkan menjadi Undang-undang. Sekelumit permasalahan politik paska pemilu 2019 tak terlepas dari para elit parpol yang memulai menyekat antara pendukung capres dan cawapres nomor urut 01 dengan capres dan cawapres nomor urut 02.

Baca juga  Penganiayaan Ulama Pengaruhi Pilgub Jabar

Meski hari ini tidak ada lagi istilah kubu pendukung si A atau si B, emosional para elit politik yang kalah terus mengalir ke para pendukung maupun relawan arus bawah. Kita berharap, agar pengkotakan ini bersatu demi tercapainya sila ke 3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia.

Mari kita hargai hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa pemilu 2019 Presiden dan Wakil Presiden yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden baru untuk Periode 2019-2024 mendatang.

Tentu sebagai warga negara kita tak ingin ada konflik berdarah lainya seperti yang telah terjadi di Wamena, Papua beberapa waktu lalu itu terjadi di daerah lainya. Cukup sampai di situ konflik terjadi di tanah air.

Jangan sampai karena ego sekelompok orang membuat kegaduhan berdarah jelang pelantikan Presiden mendatang. Mari kita berjabat tangan. Hilangkan perasaan buruk sangka atas keputusan MK sebagai lembaga tertinggi sengketa pemilu.

Soal manipulasi atau tidak, kita serahkan saja kepada sang Khalik Tuhan YME untuk melindungi serta mengarahkan Republik ini ke arah yang lebih baik oleh mereka yang terpilih mengelola negara. Baik yang di legislative maupun eksekutif sesuai dengan ahli mereka masing-masing. Kita sebagai warga negara harus mendukung pemerintahan yang baru agar menjadi Indonesia baru ke depannya.

Oleh: Yoyo Tuna

Pengamat Sosial dan Politik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here