GBHN dan 2 Wacana Aturan Lama Dihidupkan Kembali, Ruhut: GBHN Usulan Megawati

0

PolitikToday – Wacana kembali dihidupkannya Garis Besar Haluan Negara (GBHN) kembali mencuat. Selain itu, dua wacana lainnya seperti perpanjangan masa jabatan presiden dan pilkada langsung menjadi tidak langsung juga ikut serta mengiringi.

Wacana-wacana tersebut munuai sejumlah pro dan kontra. Tak semua pihak mendukung, namun juga tak semua menolak.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Ruhut Sitompul mengatakan, wacana GBHN tersebut berasal dari Megawati.

“Wacana amandemen GBHN itu dari ketua umum kami, ibu Megawati, kan itu baik sekali,” ujar Ruhut di Studio Kompas TV, Minggu (24/11).

Terkait penambahan masa jabatan presiden, Ruhut menilai pembatasan dua periode sudah menjadi kebijakan yang tepat. Namun, Ruhut tidak menutup kemungkinan proses politik yang menginginkan adanya penambahan periode jabatan presiden.

Ruhut mencontohkan penghapusan masa jabatan presiden di Negara Tiongkok telah menghasilkan pemerintahan yang kuat. Politisi yang dikenal dengan perannnya sebagai si Poltak dalam sinetron Gerhana ini juga mengatakan perlunya meniru Tiongkok yang menjadi negara terkuat di dunia saat ini.

“Kita juga nggak bisa bilang kita nggak perlu tiru China, nyatanya negara terkuat di dunia ini China, ini fakta, nyatanya semua negara di dunia ini ngutang sama China,” ungkapnya.

Saat ini, masih ada tiga partai politik yang belum sepakat dengan rencana amandemen terbatas UUD 1945 untuk menghidupkan kembali GBHN. Ketiga partai tersebut yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketiga parpol itu berpandangan rencana menghidupkan kembali GBHN tidak perlu dilakukan melalui amandemen terbatas, tetapi cukup diatur dalam undang-undang yang baru.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here