Indonesia Paling Toleran

0

Indonesia atau dulunya yang disebut dengan nusantara adalah negeri yang paling toleran. Dengan toleransi yang tinggi itulah hidup dan berkembang lebih dari 1.300 suku bangsa. Keberagaman ini tak lantas membuat satu kelompok merasa dominan atas kelompok lain. Mereka bersatu mengikrarkan diri dalam satu ikatan (nations) bernama Indonesia. Satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Toleransi semakin tumbuh kembang setelah reformasi bergulir dan menghasilkan demokrasi. Dari proses demokrasi itu jugalah lahir pemimpin-pemimpin yang dipilih secara langsung dan diakui secara bersama-sama. Sikap lapang dada menerima suatu hasil keputusan demi kepentingan bersama adalah cerminan toleransi Indonesia dalam bidang sosial politik dewasa ini.

Dalam hal kebebasan, toleransi di Indonesia saat ini bahkan telah melampui puncaknya. Masyarakat tidak lagi mempersoalkan jika si A dari suku tertentu dihukum dan si B dari etnis tertentu malah dibiarkan begitu saja menyampaikan pendapatnya di muka umum/media sosial. Sekalipun masyarakat di hujani provokasi melalui media sosial yang katanya menjadi salah satu penggerak protes global hari ini, tetap tidak berefek. Indonesia stabil, damai, dan tentram.

Begitu juga halnya dalam bidang hukum. Isu kriminalisasi dan persekusi ternyata tidak ampuh memecah belah masyarakat Indonesia. Sekalipun yang diindikasikan terdampak kriminalisasi adalah pimpinan kelompok agama ataupun tokoh tertentu, tetap saja masyarakat Indonesia meresponnya dengan ‘santuy’. Tidak ada gejala-gejala ‘radikal’ yang tampak menentang isu tersebut.

Jangankan toleransi antar umat beragama, antar suku, dan ras, masyarakat Indonesia juga toleran kepada mereka yang ‘kaya & berkuasa’ yang terus mengeruk keringat orang miskin. Lihat saja, sudah berapa banyak koruptor yang tertangkap dan bebas, tapi masih bisa tersenyum kepada publik. Bahkan ketika presiden memberikan grasi kepada koruptor yang mengambil alih hak bernafas orang banyak (alih fungsi lahan) sekalipun, masyarakat tetap bekerja dan menjalankan aktivitas harian seperti biasanya.

Baca juga  Rezim Jokowi Berangus Kebebasan Berekspresi

Berbeda dengan budaya Jepang. Seorang koruptor yang tertangkap akan lebih memilih bunuh diri, daripada harus menanggung beban dikemudian hari dan merasa tidak akan diterima di lingkungan masyarakat. Inilah bukti toleransi di Indonesia. Toleransi tidak hanya berlaku kepada masyarakat yang benar, tapi juga menjadi jaminan bagi siapa saja yang bersalah tidak akan mendapatkan penghakiman sosial.

Tanah yang subur dan konon merupakan potongan surga yang terdampar di bumi, menjadi salah satu alasan kuat Indonesia menjadi masyarakat yang toleran. Tanah yang subur dan menghasilkan berlimpah ruah makanan bagi makhluk hidup di atasnya sudah jauh dari kata cukup dibandingkan harus pusing dengan matrik ekonomi mikro dan makro. Masyarakat Indonesia cukup toleran dengan ekonomi yang dijanjikan meroket tapi malah nyungsep.

Jika ada pihak yang mengatakan Indonesia tidak toleran, bantahlah dengan data ini dan bandingkan dengan protes berjilid-jilid, beribu-ribu, berjuta-juta, dan berbulan-bulan seperti yang banyak terjadi di banyak negara sekarang ini. Kalau toleransi di Indonesia dikaitkan dengan kematian ratusaan petugas pemilu, kematian demonstran menolak hasil pemilu, dan kematian demonstran RUU KUHP dan revisi UU KPK, bilang saja itu gimmick politik dan kebutuhan penyiaran agar mendapatkan iklan. Buktinya, setelah gimmick yang memakan korban akhirnya 01 dan 02 bersatu juga, toh.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here