Polemik Reuni 212, Aksi Masa Tanpa Tujuan?

0
Pemerintah Mesti Bijak, Jangan Panas-panasi Umat Islam

PolitikToday- Saling sahut menyahut pernyataan diruang publik, antara Persaudaraan Alumni (PA) 212 dengan Pemerintah menandakan ada sumbatan komunikasi politik.

Dari pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi menanggapi aksi tersebut secara serius dengan menggelar rapat khusus antar menteri.

Rapat itu melibatkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

“Nanti kami adakan rapat khusus dengan pak Menko,” ungkap Fachrul Razi kepada awak media setelah menghadiri acara Penganugerahan Predikat Kepatuhan Tertinggi oleh Ombudsman RI di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Soal kapan pertemuan tersebut, Fachrul enggan menjelaskan. Dan tidak mengungkapkan apa agenda saat melakukan rapat khusus dengan Menko Mahfud MD.

Tudingan Balasan PA 212

Tidak terima atas pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) membalas pernyataan Tito lah penyebab tidak stabilitas politik negara.


Juru Bicara PA 212 Haikal Hassan mengkalim bahwa pihaknya tak ingin membuat masalah. PA 212 malah menyatukan berbagai kelompok yang berbeda di masyarakat.

“Masalahnya adalah di Tito sendiri yang mempermasalahkan. Semua ormas ngumpul jadi satu untuk kekuatan dan ketahanan negara, kok masalah?” ujar Haikal, Rabu (27/11).

Lebih lanjut, Haikal ingatkan Tito bahwa PA 212 bukan pembuat kekisruhan di tengah masyarakat. Dia mencontohkan tiga kali aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar pihaknya di Monas.

“212 adalah kebanggaan umat Islam Indonesia. Di mana lagi di seluruh dunia berkumpul jutaan manusia dengan tertib, tenang, damai, kompak, tanpa ada rusuh, ribut, bentrok,” tegasnya.

Ancaman Mendagri

Mendagri Tito Karnavian mengklaim kondisi stabilitas politik Indonesia lebih baik dari Malaysia sejak Joko Widodo dan Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi pasca Pilpres 2019.

Mantan Kapolri itu melontarkan pernyataan sambal tertawa, bahwa saat ini hanya gerakan 212 yang menjadi hambatan dalam menjaga stabilitas politik Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan sembari tertawa dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019.

“Dalam pandangan Malaysia kemarin, saya bertemu dengan banyak tokoh di sana, politik Indonesia itu stabil sekarang, terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 saja,” ungkap Tito saat berpidato dalam acara di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11).

Baca juga  Sempat Marah Besar, Hubungan Jokowi dan Setnov Kok Makin Mesra Pasca Drama "Papa Minta Saham"?

Pemantik Aksi 212

Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan kembali menggelar Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2019 mendatang.

Isu penistaan agama oleh Ahok menjadi pemantik aksi 212. Yang telah menghantarkan penurunan Ahok dari Kursi Gubernur DKI Jakarta. Dan menjadi kesuksesan gerakan aksi masa.

Restu Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD tidak mempersoalkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar reuni di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 2 Desember 2019. Menurutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi.

“Silakan saja, negara ini negara demokrasi. Saya kan tidak boleh ‘oh tidak boleh’. Silakan saja,” ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (5/11).
 
Meski tak melarang, Mahfud beri ingat PA 212 bahwa aparat kepolisian sudah memiliki standar pengamanan aksi masa. Jika standar yang ditetapkan tidak dipatuhi, ia berkata ada standar lain untuk menangani hal itu.
 
“Ini negara hukum,” tegasnya.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here