Sebar Konten Negatif, Medsos Bisa Didenda 100-500 Juta

0
menkominfo-johnny-plate

PolitikToday –  Perlu ada sanksi perdata seperti denda untuk platform-platform media sosial yang tidak juga jera menyebarkan konten negatif. Hal ini disampaikan Menkominfo Johnny Plate usai rapat kerja dengan Komisi I DPR, Selasa (5/11/2019).

“Sanksi perdata itu dibutuhkan karena tidak (bisa, red) berhenti di minta maaf atau blokir. Ada sanksi tambahannya, kewajiban finansial,” ungkap Johnny.

Menkominfo menilai konten negatif, misalnya pornografi, tidak hanya soal pidana karena melanggar ketentuan yang berlaku di Indonesia. Tapi konten tersebut juga berkaitan dengan etika, moral dan kultur.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PTSE). Peraturan ini akan mengenakan denda kepada platform media sosial yang menyebarkan konten negatif. Denda tersebut berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 500 untuk setiap konten yang disebarkan.

PP 71, yang merupakan revisi dari PP 82 nomor 2012, meminta platform media sosial seperti Facebook dan Twitter lebih aktif untuk menangani konten ilegal karena mereka memiliki teknologi untuk mencegah konten negatif tersebar di platform.

Namun, apabila masih ditemukan konten negatif, pemerintah tidak segan untuk mengenakan denda per konten dengan nominal yang disebutkan di atas. Kominfo menargetkan aturan turunan tentang denda untuk platform media sosial ini dapat berlaku setahun setelah PP PTSE disahkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel A. Pangarepan, menegaskan pemerintah akan menjatuhkan denda bagi media sosial yang terus menyebarkan konten negatif.

Aturan itu sedang disosialisasi ke perusahaan-perusahaan media sosial dan ditargetkan berlaku pada 2020 mendatang. Meski demikian Kominfo belum menjelaskan secara rinci mekanisme penerapan denda tersebut.

Baca juga  Yusril Dukung Kotak Kosong Jika Calon Tunggal

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here