Keluhan Rakyat Hanya Cerpen Bagi Penguasa

0
jalan desa rakyat mengeluh

Pasangan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin belum mampu membuat rakyat Indonesia bahagia atas program-program kerja dari kabinet Indonesia Kerja jilid II.

Setelah dilantik pada Oktober lalu itu, Jokowi cs seakan-akan bekerja tanpa memperhatikan permasalahan mendasar yang saat ini dibutuhkan rakyatnya. Bukan malah menimbulkan dilema lainnya yang tidak berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak.

Keluhan-keluhan masyarakat saat ini seolah-olah hanya dianggap sebagai cerita pendek (cerpen) belaka yang didengari dan ditanggapi namun tidak ada solusi atas permasalahan tersebut. Sudah seharusnya, pemerintah dalam menjalani roda organisasi ikut memberikan solusi yang baik untuk rakyatnya. Bukan malah membuat program-progam yang tidak berhubungan dengan kebutuhan primer dibanding dengan kebutuhan sekunder.  

Permasalah mendasar yang dimaksud seperti mubazirnya 20 ribu ton beras yang dialami pihak BUMN Bulog karena mengalami penurunan mutu atau disposal stock. Nah, hal seperti ini kan tidak seharusnya terjadi jika dari awal beras cadangan tersebut segera di kontribusikan ke rakyat yang membutuhkan. Dan harus sesuai dengan klasifikasi yang berlaku. Bukan hanya disimpan di gudang lalu, beras tersebut jadi rusak dan harus dimusnahkan.

Kasus lainya seperti kebutuhan mendasar lainya yang kerap dikeluhkan masyarakat, yakni mahalnya biaya berobat ke rumah sakit. Rakyat berada dikelas menangah atas tentu tidak begitu berat atas kebijakan pemerintah atas kenaikan iuran tarif kesehatan BPJS. Namun bagi pasien kelas menengah ke bawah sangat berat untuk mengeluarkan uang hanya untuk membayarkan iuran bulanan yang dianggap terlalu mahal dibanding untuk biaya kebutuhan hidup lainya yang lebih mendasar.

Pemerintah dalam hal ini pembantu nya Presiden yang berada di kabinet harus mencarikan solusi atas buruknya system manajemen dari pelayanan BPJS tersebut agar biaya iuran tersebut tidak dibebankan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena ini hanya terkena imbas atas buruknya manajemen dari dalam organisasi instansi yang bersangkutan.

Baca juga  Kalah di MK, Prabowo dan Gerindra Diminta Tetap Jadi Oposisi

Tidak hanya itu. Hampir seluruh masyakarat selain pulau Jawa mengalami sekelumit permasalahan mendasar tiap harinya setelah pasangan ini dilantik pada akhir Oktober lalu. Terutama Pendidikan, ketersedian air bersih, hingga susahnya akses transportasi yang belum merata ke semua pulau yang ada di Indonesia.

Di periode kali kedua nya ini, Jokowi belum mampu membuat rakyatnya bahagia. Tiada hari tanpa masalah. Rakyatnya pun merasa capek dibohongi terus oleh Presiden dan para menterinnya. Tidak sesuai antara pernyataan di media massa dengan perbuatan nyata di lapangan.

Malah, rencananya akan memangkas para birokrat yang dianggap memperlambat kinerja Aparatus Sipil Negara (ASN). Tujuannya agar rakyat cepat mendapatkan pelayanan yang cepat dan prima. Namun hingga kini masih susah untuk mendapatkan pelayanan cepat dan prima tersebut di kantor-kantor pelayanan adminstrasi di Ibukota dan di daerah-daerah. Masih percaya juga kita sama pemimpin negeri ini? Kalau saya sih sudah tidak!!  

Oleh: Broeri Marantika Supono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here