Menteri Nadiem Out of The Box?

0
twitter marzuki ali

Kepemimpinan itu dapat dipelajari. Siapa saja mempunyai kesempatan untuk bisa menjadi pemimpin. Tapi, belum tentu semua orang bisa menjadi pemimpin yang sukses, menjadi tauladan dan menjadi inspirasi.

Alasannya sederhana. Kepemimpinan bukan hanya susunan kata baku berbentuk teks book. Kepemimpinan juga merupakan seni. Harus mempunyai cita rasa yang genuine. Dengan seni, seorang pemimpin dapat menggerakkan orang lain sesuai dengan arahan perubahan yang dicitakan bersama.

Dalam kajian akademik, pemimpin memiliki beberapa tipe. Secara garis besar, kepemimpinan dikelompokkan dalam lima tipe. Lima tipe yang berlaku umum itu adalah tipe demokratis, paternalistik, militeristik, kharismatik, dan otoriter.

Namun, di era disrupsi ini muncul istilah pemimpin yang ‘out of the box’. Pemimpin dengan jenis ini ‘katanya’ banyak digandrungi oleh kelompok usia muda. Apa itu pemimpin out of the box?

Out of the box adalah cara berpikir di luar kebiasaan. Berpikir out of the box adalah bagaimana seseorang berpikir dan kemudian menciptakan gagasan di luar kebiasaan yang ada demi menjawab sebuah tantangan. Albert Einstein pernah bilang, bahwa suatu permasalahan itu tidak akan pernah dipecahkan jika kita menggunakan pola pikir yang sama ketika masalah itu diciptakan.

Berpikir out of the box menantang setiap orang untuk berpikir kreatif. Dengan kreatifitas, setiap orang didorong kepada empat hal dasar, yaitu keinginan/ kebutuhan untuk mengubah/mengembangkan (to improve), melihat situasi/permasalahan dari sisi lain (to see differently), terbuka pada berbagai gagasan bahkan yang tidak umum (be open minded), dan melihat gambaran besar (think big).

Baru-baru ini, gaya berbusana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam sebuah acara resmi di Universitas Indonesia (UI) mendapat sorotan. Penampilannya yang memakai baju santai dengan celana jins ke acara formal menuai kritikan. Diketahui, mantan pendiri GoJEk ini menghadiri acara pelantikan Rektor UI Profesor Ari Kuncoro.

Baca juga  Pengamat: Zonasi Pendidikan Kebijakan Aneh Mendikbud

Nadiem memang dianggap anak muda yang out of the box. Dengan kreativitasnya ia mampu melahirkan startup sebesar GoJek. Tapi kreativitas Nadiem itu dianggap para ‘seniornya’ harus diletakkan pada tempat yang tepat. Saat ini, sebagai pejabat publik, selain kreatif Nadiem juga diharapkan bisa meningkatkan kesensitifannya atas jabatan yang melekat pada dirinya.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 71/2018 tentang Tata Pakaian Pada Acara Kenegaraan dan Acara Resmi, Jenis Pakaian pada Acara Kenegaraan terdiri atas: a. Pakaian Sipil Lengkap (PSL); b. pakaian dinas; c. pakaian kebesaran; dan d. pakaian nasional. Sedangkan untuk pakaian pada Acara Resmi selain jenis pakaian di atas, juga dapat berupa pakaian sipil harian atau seragam resmi.

Banyak pihak tidak menyangkal bahwa Nadiem adalah seorang yang out of the box, tapi berada pada posisi yang tidak tepat. Menjelang 100 hari baktinya, kreativitasnya malah tenggelam karena kontroversi yang selalu membuntutinya. Mulai dari grogi waktu pelantikan hingga buang naskah pidato.

Out of the box merupakan cara berpikir, sedangkan kepemimpinan adalah paket lengkap dari sebuah sikap, perilaku yang menghasilkan tindakan dan kebijakan yang tepat untuk mencapai tujuan bersama. Jangan sampai gara berpikir out of the box tapi malah menghasilkan kepemimpinan ala motor trondol. Asal menjadi cepat, sasis dilepas, mesin ‘dioprek’, spion dilepas, dan semua dimodifikasi tidak sesuai standar dengan alasan kreativitas.

Berry Salam, Pegiat Masyarakat Berkeadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here