Dan Lucunya, Erick Thohir “Nyuruh” Jiwasraya Nyicil Dana Nasabah

0
erick-tohir-jiwasraya

Politik Today – Secara tidak langsung Menteri BUMN – Erick Thohir mengakui “borok” Jiwasraya. Buktinya, Erick Thohir berjanji bakal mengupayakan agar Jiwasraya mengembalikan uang nasabah. Sampai saat ini dana tersebut belum juga dikembalikan. Banyak yang berpendapat hal ini karena perusahaan Plat Merah itu sering kecolongan dana dan akhirnya gagal bayar.

Kemudian, pernyataan Erick Thohir sedikit janggal, dikala ekonomi negara sedang keruh-keruhnya, Jiwasraya malah harus membagi untung perusahaan demi menutupi kerugian sebelumnya. Dan lucunya, “gagal Bayar” perusahaan Jiwasraya mesti dibayar dengan cara dicicil. Dikabarkan juga beberapa pihak terkait juga tengah mengupayakan agar Jiwasraya mampu untuk membayar cicilan itu.

“Kan ada stepnya. Jadi pembentukan holding (BUMN Asuransi) itu nanti akan cashflow Rp 1,5 – 2 triliun ya, kita bisa cicil ke depan,” kata Erick di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis 9 Januari 2020.

Seolah menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas masalah Jiwasraya ini, Erick ternyata menjanjikan cicilan dana nasabah tersebut di kuartal II-2020. Artinya untuk pembayaran cicilan tersebut Jiwasraya masih menunggu waktu.

“Jadi apa yang terjadi dulu dan sekarang, saya yakin pemerintah selalu mencarikan solusi. Tapi yang pasti di bawah pemerintahan Pak Jokowi sendiri saat ini, tentu kebetulan kami yang sedang coba bekerja sama dengan banyak pihak ya, kita harus memberikan solusi. Jadi bukan lempar problem. Kita harus jadi solusi maker,” ujarnya.

Lalu kapan mau dicicil ?

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Asuransi Jiwasraya mulai mencicil tunggakan nasabah pada kuartal II-2020.

“Seperti yang kami sampaikan selama ini, mingkin kuartal II udah mulai, tahun ini. Yang pasti kuartal II dengan Jiwasraya Putra, holdingisasi,kita harapkan bertahap lah. Ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis 9 Januari 2020.

Baca juga  Hampir Rp1 Triliun, BPK Temukan Potensi Kerugian Negara pada Bansos

Dilain hal, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK ikut menanggapi bola panas kasus PT Asuransi Jiwasraya yang sedang hangat-hangatnya. Sepertinya OJK tidak tinggal diam, OJK bakal mendorong pelaksanaan investigasi lebih lanjut terhadap perusahaan asuransi pelat merah itu oleh Badan Pelaksana Keuangan atau BPK.

Juru Bicara OJK Sekar Putih menjelaskan bahwa otoritas akan mendorong penegakan hukum yang dilakukan oleh BPK dan Kejaksaan Agung.

“OJK akan memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan investigasi lebih lanjut oleh BPK, sementara pemberian data dan informasi juga disampaikan dalam kaitanya mendukung proses hukum yang sedang dilakukan oleh Kejagung,’ ujar Sekar, Kamis 9 Januari 2020.

Senada dengan itu, Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyatakan bahwa terdapat potensi resiko sistemik kasus gagal bayar Jiwasraya. Kerugian negara akibat kasus itu pun tengah diselidiki, diyakini akan lebih besar dari perkiraan awal Kejagung senilai Rp 13,7 triliun.

Menurut Agung, malasah Jiwasraya merupakan kasus dengan skala yang sangat besar. Kondisi tersebut membuat BPK bersama penegak hukum perlu mengambil kebijakan dengan hati-hati karena terdapat resiko yang menghantui.

 

(YR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here