Jokowi ke Jakarta, Kapal Cina Masuk Natuna Lagi, Netizen: Kelen Klo Janjian Yang Bener Donk

0
laut natuna utara

PolitikToday – Netizen menyoroti kembali bersliwerannya Kapal Ikan Asing (KIA) Cina di Laut Natuna Utara. Padahal, sebelumnya Presiden Jokowi telah mengunjungi Natuna, Rabu (8/1/2020). Dalam kunjungan Jokowi itu dikabarkan seluruh KIA telah meninggalkan zona kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara.

Netizen lantas menyebut kedatangan Jokowi ke Natuna tidak lebih dari sandiwara politik. Ketika Presiden mendatangi Natuta, KIA-KIA Cina langsung bersembunyi. Namun, sekembalinya Jokowi ke Jakarta, KIA-KIA Cina kembali lagi.

“Jokowi datang ke Natuna Kapal cina ngumpet dulu seolah2 takut sama Jokowi.. Pasca Kunjungan jokowi di Natuna kapal China malah sliweran lagi.. kelen berdua ini klo janjian yang bener donk.. kelen pikir Rakyat ga paham,” ungkap akun @Ajeng__Cute16, Selasa (14/1/2020)

Netizen lain menganalogikan bersliwerannya KIA Cina di Laut Natuna Utara bak permainan petak-umpet.

Sebelumnya Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani menganggap wajar kembali bersliwerannya KIA Cina di Laut Natuna Utara. Alasannya, sejak awal ada perbedaan pandangan antara Indonesia dan Negeri Panda mengenai status Natuna.

Menurut Jaleswari, Indonesia berpegang pada United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang menyatakan wilayah itu adalah bagian dari ZEE Indonesia. Sementara Tiongkok, berpanduan pada Nine Dash Line alias sembilan garis putus-putus yang diklaim sebagai batas teritorialnya.

“Jadi, soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan China (Tiongkok) tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu, tidak akan bertemu. Dan itu wajar saja,” ujar Jaleswari, Senin (13/1/2020)

Baca juga  Takut Kalah Berkontestasi, Jokowi Gembosi Konstitusi

Berdasarkan perbedaan itu, Jaleswari yakin kejadian kapal Cina yang masuk ZEE di Natuna bakal terus berulang.

Namun Jaleswari menegaskan kehadiran presiden beberapa waktu lalu telah memberi pesan yang jelas; kedaulatan Indonesia di Natuna tak bisa ditawar.

Sebelumnya Jokowi mengunjungi Natuna, Rabu (8/1/2020). Kala itu dari atas KRI Usman Harun, sekitar 10 menit Jokowi meninjau situasi di Perairan Natuna bersama sejumlah jajaran yang mendampinginya, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Namun, sekembali Jokowi ke ibukota, sejumlah KIA kembali berdatangan. Kedatangan sejumlah KIA Cina terbukti dari pantauan udara yang dilakukan TNI menggunakan pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301. Dari pemantauan itu, ditemukan sekitar 30 KIA yang masih menduduki Laut Natuna bagian utara.

“Jumlahnya sekitar 30 KIA,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono, Sabtu (11/1/2020).

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here