Komisioner KPU Jawab Tudingan Sekjen PDIP: Menuduh Tapi Buktikan Saja

0
Hasto Kristiyanto pdip suap kpu

PolitikToday- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, memilih tidak berkomentar banyak soal tudingan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, tentang soal pemerasan yang dilakukan oleh internal KPU terhadap Harun Masiku.

Menurut Evi, semestinya semua pihak bisa menahan diri, tidak asal menuduh karena hal tersebut sedang menjadi pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Karena sedang menjadi pemeriksaan KPK, sebaiknya kita bisa menahan diri tidak menuduh tapi dibuktikan saja,” ujar Evi, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kukuh sebut eks-caleg PDIP Harun Masiku adalah korban. Meskipun, KPK telah menerapkan Harun Masiku sebagai tersangka.

“Kami tidak mengetahui bagaimana peluang kami. Kami tegaskan kami mengharapkan pak Harun juga bersikap kooperatif karena beliau ini adalah korban, ya korban penipuan, korban pemerasan,” ungkap Hasto di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020) malam.

Hasto menilai, Harun Masiku berhak untuk menjadi anggota legislatif melalui mekanisme penggantian antarwaktu (PAW) DPR RI. Maka itu, partai sempat memfasilitasi Harun untuk melakukan uji materi ke Mahkamah Agung (MA).

Namun, klaim Hasto, Harun kemudian diperas oleh seorang internal KPU. “Oleh keputusan MA dia (Harun) punya hak, hanya hak ini ada yg menghalangi, ya oleh oknum yang ada di dalam KPU tersebut dan kemudian kan juga sudah dikenakan sanksi,” terangnya.

Hasto sendiri sebut dirinya sebagai korban framing media terkait kasus yang menjerat Harun Masiku sejak tanggal 9 – 12 tahun.

“Ada framing yang begitu kuat mengaburkan fakta itu dan tentu saja kami menghadapi semuanya dengan baik, dengan penuh kesungguhan tetapi berpijak pada upaya hukum itu.” tukas Hasto.

Baca juga  Pengakuan Istri Harun Masiku, Suaminya Ada di Jakarta pada Tanggal 7 Januari

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here