Ngabalin Ingatkan Fadli Zon: Gerindra ada Di Pemerintahan, Jangan Asal Kritik Tanpa Isi

0
Ngabalin Jadi Komisaris AP I, Fadli Zon: BUMN Kita Amburadul
Ali Mochtar Ngabalin bersama Presiden Jokowi

PolitikToday- Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin kesal terhadap kritik dari  Fadli Zon selaku Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. Fadli Zon diminta lebih berhati-hati saat memberi komentar yang kasus Natuna dan Pemerintah.

Menurut Ngabalin, jika Fadli melakukan manuver dengan kritik yang menyerang ke pemerintah, maka ia akan semakin terlihat tak berkelas sebagai anggota DPR dari Fraksi Gerindra.

“Karena Gerindra dan Ketua Umum dan Mas Edhy Prabowo itu sudah ada di pemerintahan,” ungkap Ngabalin, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Dia pun meminta agar Fadli tidak asal kritik, tapi mesti gunakan otak untuk berfikir rasional saat sampaikan pendapat. Mengingat partai yang menaunginya pun saat ini ada di pemerintahan bersama Jokowi dan mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan Natuna.

“Pakai narasi dan isi yang terhormat supaya benar-benar terhormat,” tukasnya.

Pernyataan Fadli yang menjadi permasalahan bagi Ngabalin adalah soal wibawa presiden di kawasan perairan Natuan. Pernyataan itu dikatakan Fadli pada Rabu (8/1/2020) di Kompleks Senayan, Jakarta.

“Kunjungan seorang presiden ke wilayah yang dianggap merupakan wilayah yang disengketakan harusnya mempunyai dampak luas, yang besar, dan harusnya berwibawa,” ujar Fadli saat itu.

“Ya kita lihat nanti dampaknya beberapa waktu ke depan, kalau ternyata masih ada kapal-kapal yang terus melintas batas tidak pada tempatnya, secara ilegal, berarti kunjungan itu kan dianggap tidak ada oleh mereka,” tegas Fadli yang sekarang mengklaim sebagai juru bicara rakyat.

Menurut Ngabalin, kedatangan Jokowi di kawasan Natuna bukti wibawa dan kehadiran pemerintah dalam persoalan sengketa China dan Indonesia di perairan Natuna. Lagi pula tak semua persoalan harus diselesaikan dengan perang atau sengketa berkepanjangan.

“Jadi saya mau bilang gini, tidak ada semua urusan negara menyelesaikan harus dengan perang, orang berwibawa tidaknya itu kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca juga  Dua Tantangan KPK dalam Mega Korupsi E-KTP

“Karena itu lah maka saya ingin bilang kepada anggota yang terhormat Bapak Fadli Zon, saya mau bilang bahwa kehadiran Bapak Presiden di situ adalah memberikan pesan terhadap rakyat yang dipimpinnya dan wilayah yang menjadi wilayah kedaulatan RI atas apa yang sedang dilakukan manuver oleh Tiongkok,” tutupnya.

(hz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here