Pansus Jiwasraya Bukanlah Komoditi Partai Politik

0
JIWASRAYA..

Penyelesaian kasus jiwasraya menjadi perhatian nasabahnya. Nasabah hanya meminta agar uang mereka bisa kembali. Tak perlu banyak cincong. Pemerintah memiliki kewajiban menyelesaikan permasalah ini segera mungkin.

Orientasi utama dalam penyelesaian kasus Jiwasraya adalah mengembalikan dana milik nasabah. Bukan malah menyalahkan pemerintah sebelumnya (SBY). Lebih baik pemerintahan Jokowi melakukan penyelesaian, baik dari aspek hukum hingga aspek bisnis. Toh sudah jelas perusahan ini mengalami kerugian dua tahun terakhir (2018-2020).

Dari aspek hukum, perlu ada kejelasan tentang siapa aktor yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Selain itu, Kementerian BUMN juga bergerak untuk memulihkan kondisi perusahaan. DPR dalam hal ini legislative harus bergerak cepat membentuk panitia khusus.

Dalam rapat Rapat Paripurna ke 7 DPR dengan agenda Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2019-2020 menghasilkan keputusan bahwa Pansus Jiwasraya itu nantinya terdiri dari Komisi XI terkait soal keuangan, Komisi VI terkait BUMN, Komisi III terkait penegakan hukum, dan juga Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN).

Semoga saja permasalahan ini segera terkuak. Sehingga, actor dan dalang sebenarnya dalam kasus tersebut bisa dicokok secepatnya.

Meski begitu, kita semua berharap agar pihak legislative yang tergabung dalam pansus Jiwasyara untuk tidak menjadikan kasus ini sebagai komoditas politik semata dan tidak memberi jaminan kepada pengembalian uang nasabah. Akan tetapi lebih kepada menyelidiki kemana perginya dana nasabah yang hilang. Apakah pelakunya hanya Harry Prasetyo saja, atau adakah pihak lain yang membawa kabur uang rakyat tersebut?

Pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan dan Menteri BUMN harus bertanggung jawab penuh atas uang nasabah yang hilang tersebut. Total nya tentu tidak sedikit, bisa dipastikan terkuaknya pelaku tidak lah mudah dalam waktu satu atau bulan saja.

Baca juga  Kasus Jiwasraya: 2 Pejabat OJK Diperiksa Kejagung Terkait Pembelian Investasi Saham

Bisa saja bertahun tahun baru terkuak, Nasabah yang dana nya ‘dicuri’ para penjahat kerah putih tersebut agar cepat tertangkap. Dan dana uang rakyat yang hilang segera cepat kembali. Sehingga bisa menjadi pelajaran bagi rakyat untuk menggunakan jasa asuransi plat merah yang tata kelola manajemen nya bisa dipastikan tidak professional.

Oleh, Yoyo Tuna, Pemerhati Politik 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here