Soal Pansus Jiwasraya, Beda Pandangan Akun Twitter Gerindra dan Anggota DPR dari Gerindra

0
gerindra pansus jiwasraya

PolitikToday –  Akun Twitter resmi Partai Gerindra @Gerindra mencuit status perihal pansus Jiwasraya, Kamis (16/1/2020). Berdasarkan cuit akun tersebut dinyatakan Fraksi Gerindra di DPR akan mendukung pembentukan pansus Jiwasraya

“Fraksi Partai Gerindra di @DPR_RI mendukung segera diadakan pansus Jiwasraya agar permasalahan segera selesai dan tidak berlarut-larut. Uang nasabah bisa dicairkan, pihak-pihak yang bertanggung jawab bisa ditangkap dan di proses hukum,” ungkap @Gerindra.

“Adanya pansus bukan untuk dipolitisasi, tetapi tujuan pansus jelas, membantu menyelamatkan uang nasabah, mengawal kejaksaan agung untuk menyeret para pelaku, dan memberikan evaluasi,” beber @Gerindra.

Herannya status Twitter Partai Gerindra berbeda dengan pandangan politikus Gerindra di DPR yang sepakat dengan pembentukan Panja Jiwasraya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, pembentukan Panja menandakan bahwa DPR responsif terhadap perkembangan yang ada.

“Kan Pemerintah kita lihat sendiri, sudah responsif, makanya kita bentuk Panja. Kalau kita malah bentuk Pansus, itu malah akan lama, nanti dibilang DPR tidak responsif, makanya kita putuskan Panja,” kata Dasco kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (15/1/2020).

Sufmi Dasco Ahmad diketahui merupakan Wakil Ketua DPR representasi dari Fraksi Partai Gerindra di DPR.

Senada, Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade menyatakan Panja sudah tepat untuk mengawal kasus Jiwasraya.

“Ya tadi kita sudah sepakat membentuk tiga panja, pertama Panja Jiwasraya, Panja Komoditas, dan Panja BUMN Energi, yang sudah kita sepakati,” ujarnya.

Baca juga  Tifatul Kritik Masalah Natuna, Andre Rosiade ‘Kebakaran Jenggot’

Wasekjen DPP Partai Gerindra itu kemudian mengurai alasan komisinya menyetujui panja tersebut. Padahal sebelumnya DPR menginginkan agar kerugian negara hingga Rp 13,7 triliun dibahas dalam panitia khusus (pansus).

Menurutnya, hal itu lantaran pemerintah sudah tegas dalam merespon kasus Jiwasraya.

“Pertama menangkap dan menahan pelaku, yang kedua juga presiden sudah menjamin uang nasabah akan kembali,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga sudah berencana menggelar evaluasi mengenai industri keuangan.

“Sehingga DPR tidak perlu pansus. Cukup kita membentuk panja untuk mengawasi apa yang dilakukan pemerintah,” tandasnya.

(rt)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here