Tiga Ormas Islam Minta Yasonna Laoly Mundur

0
yasonna-laoly

PolitikToday – Tiga ormas Islam menuntut Dewan Pengawas KPK dibubarkan. Mereka juga menggugat Menkumham Yasonna Laoly mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan ini didasari kasus suap anggota PDIP Harun Masiku terhadap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menjelaskan, alasan tuntutan tiga ormas Islam tersebut. Mereka menilai Dewas KPK terbukti menghambat pemberantasan korupsi. Karena itu Dewas KPK semestinya dibubarkan.

“Sebagaimana yang terjadi dalam kasus komisioner KPU dan Sekjen PDI Perjuangan,” kata Novel dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/1/2020).

Kemudian FPI, GNPF Ulama dan PA 212 memandang kalau pimpinan KPK periode 2019-2023 malah menempatkan posisinya di bawah ketiak penguasa.

Mereka mencontohkan KPK menghadap Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di mana tidak ada kaitannya sama sekali dengan tupoksi KPK.

“Seharusnya KPK datang ke Kementerian Kemaritiman dan Investasi bukan karena dipanggil oleh sang penguasa, tapi dalam rangka penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya.

Tiga ormas Islam itu juga mendesak agar Yasonna Laoly mundur dari jabatannya. Tuntutan ini karena Yasonna menjadi tim kuasa hukum PDIP dalam kasus korupsi Harun Masiku meskipun Yasonna Laoly mengaku tidak menggunakan kekuatan jabatannya.

“Kami mendesak agar Yasonna Laoly untuk segera meletakkan jabatan karena tidak pantas dan sangat memalukan seorang yang memegang jabatan menteri tampil menjadi pembela dalam kasus mega korupsi,” tuturnya.

Mereka kemudian memberi contoh pejabat-pejabat Jepang yang meskipun negara tersebut tidak menganut ideologi Pancasila namun ketika sudah terseret kasus korupsi otomatis para pejabat di Jepang langsung mengundurkan diri. Contoh itu diharapkan bisa menjadi cerminan bagi para pejabat Indonesia.

“Sebagai negara yang menganut ideologi Pancasila dan anda anda sangat sering menuduh pihak lain anti Pancasila, maka kami nyatakan perbuatan korupsi anda tersebut adalah sangat bertentangan dengan Pancasila. Bahkan menginjak-injak Pancasila dengan menjadikannya sebagai alat pemukul lawan politik dan membungkus perlaku koruptif yang anda lakukan,” pungkasnya.

Baca juga  Komisioner KPU Wahyu Setiawan Menghilang dari WhatsApp Grup

(rt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here