Apa Hobi Jokowi Sebenarnya, Kerja Atau Kaget?

0
jokowi kaget

Layaknya orang yang mempunyai hobi, biasanya, orang-orang rela mengorbankan apa saja yang dimiliki untuk bisa menunaikan hobinya. Contohnya, orang yang hobi mengoleksi barang antik biasanya tak segan-segan mengocek uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Atau contoh lainnya seperti orang yang gemar mengoleksi miniatur mainan, tak jarang ke ujung dunia pun mereka rela memburu barang koleksinya.

Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, menyebut Joko Widodo (Jokowi) merupakan pribadi yang ‘gila kerja’. Predikat ini seolah memberi asumsi bahwa tidak ada yang tidak selesai di tangan Jokowi. Jika bisa diurut hobi Jokowi dari bermain tinju, futsal, memanah dan bermotor, boleh jadi kerja merupakan hobi yang menjadi peringkat pertama.

Tapi apa iya, Jokowi ‘gila kerja’? Jika melihat pencapaian-pencapaian pemerintah, baik pada periode pertama hingga periode kedua yang baru beberapa bulan berjalan ini, pernyataan ‘gila kerja’ yang disematkan seakan terlalu berlebihan. Dibandingkan ‘gila kerja’, Jokowi lebih cocok jika disematkan sebagai pemimpin yang ‘gila kaget’.

Baru-baru ini, ketika Jokowi berkunjung ke Riau, beliau kaget kalau serat kayu bisa dijadikan pakaian. Padahal, untuk pemahaman ‘setingkat’ itu, anak-anak Sekolah Dasar (SD) pun yang belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pasti juga tahu. Bagaimana seorang presiden yang katanya insinyur kehutanan tidak mengetahui hal itu?

Kekagetan sang presiden ini tentu menjatuhkan martabat seorang kepala negara. Publik pun akhirnya menganggap wajar terkait video Jokowi yang mengaku dirinya tidak mengetahui apa itu obligasi pada saat ditanya wartawan pada Pilpres 2014. Perntanyaan yang mendasar dan lebih tendensius pun akhirnya ditanyakan publik, apakah Jokowi paham bagaimana mengelola negara? Jangan-jangan kalau ditodong dengan pertanyaan itu, bisa-bisa Jokowi tak hanya kaget, tapi terkaget-kaget.

Baca juga  Said Didu Sindir Video Jokowi 2012: Orang Seperti Ini Yang Cocok Memimpin Indonesia

Jokowi ‘kaget’ tidak hanya sekali dua kali menjadi pemberitaan. Sebelumnya, Jokowi juga kaget karena ada investasi sebesar Rp 708 triliun sudah setahun mangkrak. Padahal jika berbicara pembangunan, Jokowi seolah tidak pernah ‘absen’ dari hutang. Dalam lima tahun pemerintahan Jokowi 2014-2019, utang negara bertambah 2 kali lipat dibandingkan 10 tahun pemerintahan sebelumnya.

Lima tahun Jokowi menjadi kepala negara, Jokowi juga kaget masih ada guru honorer yang bergaji Rp 300 ribu. Padahal, hampir setiap tahun dalam lima tahun pemerintahannya, ia tak pernah lupa untuk tidak menaikkan gaji guru dan ‘mengabaikan’ tuntutan demo honorer.

Jokowi juga pernah kaget ketika mengetahui ada dua WNI yang akan dieksekusi. Bagaimana bisa, seorang presiden yang dilengkapi seabrek kementerian, mulai dari kementerian luar negeri, kedutaan besar, hingga Badan khusus yang menangani TKI (BNP2TKI), masih sempat juga untuk kaget. Selain itu, Jokowi juga pernah kaget ketika mengetahui harga beras yang tak kunjung turun dan Budi Gunawan yang ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Asumsi saya, jika awak media berani menanyakan persoalan keterkaitan ‘bancakan’ Jiwasraya yang digunakan untuk kepentingan kampanye 2019 dan dugaan pelemahan KPK, jangan-jangan Jokowi juga kembali kaget. Atau, jika awak media berani menanyakan terkait asumsi sebagian orang yang berpikiran bahwa Omnibus Law adalah alat untuk melanggengkan kekuasaan dan menjadikan rakyat sapi perah kapitalis, mungkin Jokowi juga akan kaget.

Pada akhirnya, entah kekagetan itu hanya cara Jokowi mengkamuflase atau benar-benar tidak tahu. Jika itu hanya sebuah kamuflase untuk menghindari pertanyaan, tentu ini menunjukkan seberapa besar kapasitas seorang kepala negara dalam menghadapi sebuah permasalahan. Akan tetapi, jika Jokowi benar-benar tidak tahu duduk masalah dan akhirnya kaget, berarti itu menunjukkan amburadulnya manajemen komunikasi jajaran pemerintahan Jokowi. Lebih parahnya, ini juga bisa menguatkan asumsi publik selama ini yang mengatakan Jokowi hanyalah sebatas ‘presiden boneka’.

Baca juga  Ini Pandangan SBY Terkait Isu Pengangguran dan Lapangan Pekerjaan

Suryadi Muhib

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here