Bantah Salah Ketik Di Pasal 170 RUU Ciptaker, Airlangga ‘Benarkan’ Pemerintah Hendak Otoriter?

0
RUU Cipta Kerja

PolitikToday ­– Berbeda dengan pernyataan Mahfud MD, Menko Perkonomian Airlangga Hartarto memastikan tidak ada yang salah ketik dari pasal 166 dan pasal 170 di RUU Cipta Kerja alias RUU Ciptaker yang diributkan publik.

“Ya tentu namanya UU semua pasal itu bisa diharmonisasi. Itu biasa-biasa saja. Jadi tidak ada yang khusus,” ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Airlangga menjelaskan, terjadi multi interpretasi antara maksud pemerintah dengan yang ditangkap oleh masyarakat terkait pasal 170 yang menjadi kontroversi.

“Jadi koridor-koridor itu kan perlu pembahasan dan pembuatan jangankan yang sedang dibuat, yang sudah jadi pun bisa multi-interpretasi,” jelasnya.

Airlangga yang juga merupakan Ketua Umum Golkar ini membantah adanya miskoordinasi antara penyusun dengan maksud pemerintah dalam dua pasal kontroversi tersebut.

“Bukan masalah miskoordinasi, inikan masalah di dalam pembahasan UU, ada yang namanya pembulatan harmonisasi, sinkronisasi, dan yang membuat ini kan, banyak-banyak sudah membuat UU. Banyak, jadi kita sudah sangat paham bahwa ini tidak melanggar rambu-rambu daripada konstitusi,” tandasnya.

Sebelumnya, banyak pihak dan pengamat yang menganggap adanya rumusan norma yang keliru, terutama di Pasal 170 RUU Cipta Kerja.

“Adanya kecenderungan ke arah pemerintahan otoriter itu dimulai dari rumusan norma dalam Paal 170 Ayat (1) RUU Cipta Kerja,” kata pengamat hukum tata negara, Tohadi, Rabu (19/2) lalu.

(bs)

Baca juga  Omnibus Law, Kadin: Memang Ada Revisi Pesangon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here