Diduga Rugikan Negara Hingga Rp 13 Triliun, Pemerintah Ingin Suntik Jiwasraya Rp 15 Triliun?

0
jiwasraya

PolitikToday – Berdasarkan dokumen Kementerian BUMN yang disampaikan ke DPR, setidaknya ada tiga opsi yang dianggap bisa menyelamatkan Jiwasraya.

Pertama atau Opsi A berupa Bail In yakni dukungan dana dari pemilik saham Jiwasraya. Pertimbangannya ialah dapat dilakukan pembayaran penuh maupun sebagian. Tapi, ada risiko gugatan hukum jika dilakukan pembayaran sebagian.

Kedua atau Opsi B berupa Bail Out yakni dukungan dana pemerintah. Opsi ini tidak dapat dilakukan kepada Jiwasraya karena belum ada peraturan terkait baik dari OJK maupun KSSK.

Ketiga atau Opsi C berupa likuidasi atau pembubaran perusahaan. Langkah ini harus dilakukan melalui OJK. Namun, memiliki dampak sosial dan politik yang cukup signifikan.

Sementara itu, Panitia kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memutuskan opsi penyelamatan Jiwasraya pada Maret 2020.

Ketua Panja Jiwasraya Komisi VI DPR, Aria Bima mengatakan keputusan itu diambil pada rapat kerja gabungan antara Panja Komisi VI, Komisi XI, Komisi III dengan pemerintah yang dipimpin oleh salah satu pimpinan DPR.

“Setelah reses kita ada rapat gabungan antara panja komisi VI, XI dan III yang dipimpin oleh salah satu pimpinan DPR, untuk memutuskan opsi seperti apa yang akan kita ambil, ini yang akan dilakukan pada persidangan berikutnya,” kata kader PDIP tersebut.

Sebelumnya, menurut Kejaksaan Agung (Kejagung), potensi kerugian negara dalam kasus Jiwasraya mencapai Rp 13,7 triliun. Sementara itu, Badan Pemerikasa Keuangan (BPK) menjanjikan laporan kerugian negara terkait Jiwasraya akan diumumkan akhir Maret 2020.

(bs)

Baca juga  BUMN Banyak Masalah, Netizen Teriak #BUMNKrisisJKWMundur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here