Komnas Perempuan: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Harusnya Lebih Perioritas Dibahas DPR RI

0
Komnas Perempuan

Politik Today – Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) lebih perioritas diselesaikan oleh DPR ketimbang RUU Ketahanan Keluarga. Pendapat tersebut disampaikan oleh Komnas Perempuan.

Selain itu, Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad menilai RUU PKS akan memberikan perlindungan yang utuh bagi perempuan, sehingga partisipasi perempuan di masyarakat bisa maksimal.

“Justru RUU PKS menjadi prioritas. Karena itu mendorong peran perempuan dalam kerja-kerja publik dan perlindungan hak-hak perempuan di RUU PKS,” kata Bahrul kepada wartawan, 22 Februari 2020.

“Ketika kita bisa melindungi hak perempuan dengan baik, mereka bisa berpartisipasi di dalam masyarakat,” tuturnya.

Bahrul juga heran mengapa DPR malah mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga.

Bahrul menilai, isi RUU Ketahanan Keluarga menggunakan perspektif patriarki dan seolah menarik kembali perempuan ke ranah domestik.

“Untuk apa (RUU Ketahanan Keluarga) dibuat? Kan gitu. Bingung juga, ngapain harus berpikir soal itu?” ungkapnya.

“RUU Ketahanan Keluarga ini spiritnya patriarki. Jadi menarik lagi perempuan ke ranah kerja-kerja domestik. Kalau orang Jawa itu, istilahnya sumur, dapur, kasur,” lanjut Bahrul.

Kemudian, menurut Bahrul, aturan yang tertuang dalam RUU Ketahanan Keluarga pada dasarnya sudah diatur dalam sejumlah UU lain.

Ia mencontohkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

“Sebenarnya kan RUU Ketahanan Keluarga ini sudah ada diatur dalam UU yang sudah ada secara substansi kebanyakan. Misal kita lihat di UU Nomor 1/1974 itu sudah diatur relasi dalam keluarga khususnya suami dan istri. Kemudian di Kompilasi Hukum Islam itu juga sudah ada. Kemudian di UU KDRT juga ada sudah diatur,” tutur Bahrul.

Baca juga  MPR RI Sebut Tak Perlu Ada RUU Ketahanan Keluarga: Diskriminasi Kaum Perempuan

(YR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here