Pakar Hukum: Yasonna Laoly Harus Mundur

0
yasonna laoly

PolitikToday – Merespons temuan Tim Gabungan yang menyatakan terdapat ketidaksinkronan data pada Aplikasi Perlintasan Keimigrasian dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai 10 Januari 2020, Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai Menkumham Yasonna Laoly harus mundur dari jabatannya.

Dari ketidaksinkronan tersebut, sebanyak 120.661 data perlintasan orang tidak terdeteksi masuk ke Indonesia melalui terminal 2F Bandara Soekarno Hatta termasuk tersangka eks calon legislatif PDI Perjuangan (PDIP), Harun Masiku. Perlintasan mereka tidak tercatat karena data di lapangan tidak terkirim ke server lokal dan server Pusdakim di Ditjen Imigrasi.

Fickar menilai Yasonna tidak mengemban amanahnya selaku menteri secara profesional dan bertanggung jawab.

“Menkumham [Yasonna] harus bertanggung jawab, harus mundur atau dimundurkan karena sepertinya sudah tidak konsentrasi. Di samping juga sering mencampur adukkan kepentingan partai dengan kepentingan negara dan kepentingan umum,” kata Fickar melalui keterangan tertulis, Rabu (19/2).

“Menkumham sedang berada di zona conflict of interest dan harus mundur,” tambahnya.

(bs)

Baca juga  ICW Anggap Yasonna Sebarkan Hoaks Harun Masiku, DPR: Harusnya Malu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here