Peneliti Politik: Potensi Jokowi Reshuffele Yasonna Laolly dan Fachrul Razi

0
yasonna laoly

Politik Today – Menteri Hukum Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laolly dan Menteri Agama Fachrul Razi adalah menteri yang pontensial untuk direshuffele. Pendapat tersebut diutarakan oleh peneliti politik dari Universitas Islam Syech Yusuf, Tangerang, Miftahul Adib.

“Yang layak diganti Menkumham. Mulai kasus RUU KUHP banyak membuat gaduh, kasus Harun Masiku yang membuat Yasonna begitu kental membela PDIP, hingga 120 ribu orang tak terdeteksi imigrasi, menjadi alasan kuat Jokowi mereshuffle Yasonna,” kata Adib kepada awak media 22 Februari 2020.

Isu reshuffle atau kocok ulang kabinet pada pemrintahan Joko Widodo-Maruf Amin kian santer.

Lalu kemudian, alasan Jokowi untuk mencopot Menteri Agama Fachrul Razi lantaran belum berhasil bahkan cenderung menambah peristiwa-peristiwa intoleransi di publik.

Padahal Jokowi tengah berupaya bagaimana menyelesaikan persoalan intoleransi yang makin marak terjadi.

“Kegagalan yang tak bisa diselesaikan Kemenag sampai saat ini,” ujar Adib.

Isu reshuffle pertama kali dihembuskan salah satu relawan Jokowi, Dede Budhyarto melalui akun twitter.

Dia bercerita tentang pertemuannya dengan Jokowi di Istana Bogor beberapa waktu lalu. “Pengen cerita hasil pertemuan dgn Presiden @jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yg kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan,” tulis Dede.

Namun, Jurubicara Presiden, Fadjroel Rachman membantah akan adanya reshuffle di Kabinet Indonesia Maju. Dia mengatakan, Jokowi senantiasa memonitor dan mempersilakan semua menteri melaksanakan program kerjanya.

“Tidak ada rencana reshuffle, semua menteri dipersilakan melaksanakan rencana kerjanya, dan presiden memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja masing-masing,” ujar Fadjroel kepada wartawan, Jumat kemarin 21 Februari 2020.

(YR)

Baca juga  PDIP Terus Dukung Presiden Jokowi Soal Reshuffle Kabinet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here