Permasalahan Semakin Kompleks, Aktivis Senior Syahganda Nainggolan Menghitung Kapan Jokowi Jatuh

0
jokowi-22

PolitikToday – Menimbang banyaknya permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini, aktivis senior Syahganda Nainggolan meramal Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal lengser tahun ini.

“Saya bukan kecewa, ini saya lagi menghitung Jokowi kapan jatuhnya,” kata Syahganda saat ditanya presenter talk show “Sarinya Berita” Rahma Sarita saat ditanya apakah dia kecewa dengan rezim Jokowi, Sabtu (29/2).

“Tidak dijatuhkan, tidak ada yang jatuhkan, jatuh saja. Ini ramalan saya sebagai pengamat,” lanjut Syahganda.

Fenomenanya saat ini sudah panic game. Pemerintah dihantam banyak virus, dan bingung mau berbuat apa. Virus itu antara lain, virus corona, virus Jiwasraya, virus Harun Masiku, virus Asabri, dan virus omnibus law.

“Dalam teori organisasi, panic game itu karena struktur lemah, dan leadernya bakal jatuh. Jadi saya hitung-hitung, kalau corona bisa enam bulan tidak ketemu vaksinnya, mungkin Jokowi di tahun ini, enam bulan lagi bakal jatuh,” terang Syahganda.

Akibat virus dari dalam dan luar negeri itu, Jokowi akan kesulitan mencari uang untuk membiayari rezimnya. Apalagi saat ini, pemerintah sangat membutuhkan iventasi untuk pembiayaan pembangunan ibukota negara baru.

Diprediksi, di tengah krisis pertumbuhan ekonomi dunia yang rata-rata sekitar 2 persen, dan laju pertumbuhan ekonomi China yang melambat karena virus corona, serta ditambah tidak kuatnya ketahanan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperdiksi tambah anjlok.

“Bayangan saya pertumbuhan ekonomi kita pada angka 3 sampai 4 persen,” sebut Syahganda yang merupakan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC).

Bukti panic game lainnya, diskusi siapa figur calon presiden 2024 sudah mulai dibicarakan, padahal Jokowi dan Maruf Amin baru saja dilantik. Orang-orang partai dan lembaga survei sudah membicarakan suksesi Jokowi.

Baca juga  Kegagalan Tiga Tahun Jokowi dan Memilihara Optimisme

“Biasanya survei pilres itu jelang dua atau satu tahun. Itu menunjukkan yang existing ini (Jokowi) sudah ditinggalkan orang, sudah mantan. Padahal masih menjabat,” ujar Syahganda.

Dengan banyaknya virus dan fenomena panic game, tambah Syahganda, apa yang dilakukan pemerintah malah tidak nyambung. Pemerintah terlihat hanya sibuk mencari investor ke luar negeri untuk mendanai ibukota negara baru.

Dan tambah aneh lagi, di luar akal sehat pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 72 miliar untuk media dan influencer dalam rangka promosi wisata.

(bs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here